Friday, December 21, 2007

Economically Thinking


Punya sim card lebih dari satu? Sama dong… Saya punya 4 sim card.. IM3, 3, Mentari sama Kartu As. Tapi yang lebih sering aktif yang Kartu As. Yang 3 dipake buat keadaan darurat sama buat sms atau nelpon temen yang juga pake 3. Yang IM3 khusus dipake buat ngenet berhubung tarifnya paling murah. Yang Mentari udah lama gak pernah dipake…

(Dasar mahasiswa oportunis!)

Selalu mencari celah untuk mengambil kesempatan. Pertimbangannya ya demi meraih keuntungan dong.. Kata ibu dosen makroekonomi saya, ada 2 prinsip dasar ekonomi. Pertama, dengan jumlah dana tertentu, perolehan hasil harus maksimum. Kedua, dengan perolehan hasil tertentu, jumlah dana harus minimum. Got that right, eh?

Aplikasinya? Ya buat saya, dengan memiliki beberapa sim card sekaligus, paling tidak bisa membuat saya jadi lebih hemat. Apalagi promo 100 sms gratis-nya Kartu As masih ada. Plus sesama 3 bisa sms-an gratis. Dan tarif gprs-nya IM3 yang hanya Rp 1/kb itu… Saya jadi gak perlu buang uang banyak buat pulsa.

Hal ini juga yang bikin saya sedikit terkejut. Lama bergaul dengan temen-temen disini, saya jadi bisa tau berapa rata-rata jumlah uang yang diterima mereka per bulan. Ternyata rata-rata jumlahnya bisa 2 kali lipat dari jumlah uang yang saya terima. Dan mereka bilang uang segitu kadang masih kurang! Beuh, saya geleng-geleng kepala… Padahal uang saya aja masih bisa nyisa loh.. Lumayan kan buat ditabung.. Ini emang saya pinter ngatur keuangan (yang kemudian membuat saya setengah mempertimbangkan berkarir sebagai konsultan keuangan) atau pelit yak? Hehe..

Dari apa yang saya lihat, kesalahan mereka kebanyakan adalah karena tidak ada penentuan prioritas kebutuhan. Buat mereka, semuanya jadi prioritas. Pantaslah kalo generasi kita dicap sebagai generasi konsumtif. Bisanya ngabisin duit orangtua aja.. Dalam ilmu ekonomi, Y=C+S. Untuk mencapai keseimbangan (balance alias tawazun), pendapatan yang diterima seseorang tidak digunakan untuk konsumsi (Consumption) belaka, tapi juga ditabung (Saving). Siapapun yang pernah belajar ekonomi makro pasti tau…

Terus, apa yang terjadi seandainya Y=C? Pernah dengar yang namanya Break Even Point alias BEP kan? Titik impas. Segitu masuk, segitu keluar. Ciri-ciri orang merugi kan seperti itu. Ibaratnya hari ini bikin dosa 5, sama dapet pahala 5, jadi timbangan amalnya gak lebih berat ke sebelah pahala dong.. Dan di Indonesia Raya kita tercinta ini (sebuah frase yang sering sekali diucapkan oleh ibu dosen makro saya, yang nada pengucapannya seringkali bernada skeptis), orang terbiasa berhutang. Jadinya, konsumsi lebih besar dari pendapatan. Saking mengurat-akarnya kebiasaan ini, sampe-sampe para ahli bahasa di Indonesia Raya kita tercinta ini, mengabadikannya dalam sebuah peribahasa yang berbunyi “Besar pasak daripada tiang”.

Geleng-geleng kepala deh… Jadi, solusinyaaa??? Belajar Fiqih Prioritas dulu gih!

*yuukk.. mantaappz*

Wednesday, December 19, 2007

My Little Brother

Well, he’s not that little.. He’s 14 years old, on his first year at high school already, and he’s also awfully tall.. About 170 centimeters.. He has to be my 'big' little brother, if you know what I mean.. hehe.. Kalo dia dipakein jaket almamater kampus apaa gitu, trus disuruh bawa toa sama poster karton gede, trus berdiri di bunderan air mancur masjid agung palembang, pasti dikira mahasiswa mau demo.. hehe.. Abisnya tampangnya emang sok gede gitu, sok tau pula.. Padahal makan aja masih diambilin sama Ibu! Dasar manja!


As you know, sekitar 3 minggu yang lalu, saya pulang ke Palembang. Kuliah saya yang enggak normal itu, ngasih waktu libur 2 minggu. Saya perhatiin, adik saya tuh agak susah nurut sama Ibu-Bapak. Entah kenapa ya? Tapi, saya juga perhatiin, emang kedua orangtua saya (terutama Ibu) emang dari kecil agak memanjakan si adik saya ini tadi. Ya, maklum aja, anak laki-laki yang paling ditunggu-tunggu kan… (satu hal ini juga yang masih sering saya perdebatkan dengan diri saya sendiri setiap kali saya melihat ketidakadilan yang berhubungan dengan masalah gender)

Tiap kali dimintai tolong sesuatu sama Ibu, pasti lamaaaa banget ngelakuinnya. Abisnya dia lengket terus sama gitar dan komputernya. Apalagi kalo lagi nyamain permainan gitarnya sama lagu yang diputer di komputer.. Hwadooh, jangan harap dia bakal nengok kalo dipanggil, kecuali dicolek sambil melotot!

Kalo sama Bapak ya gitu juga.. Cuma mungkin intensitasnya gak sesering sama Ibu, soalnya Bapak kan lebih jarang di rumah daripada Ibu. Saya perhatiin, sifatnya adik saya ini lebih mirip sama Ibu. Soalnya Ibu juga anak bungsu sih, anak perempuan satu-satunya dari 4 bersaudara. Saya menduga, Ibu juga dulunya dimanja. Lah kalo Bapak, jauuuhh lebih sabar. Soalnya, Bapak anak kedua dari 11 bersaudara, dan Bapak tu anak laki-laki tertua. Jadinya Bapak udah biasa ngemong adik-adiknya sama bertanggungjawab terhadap pengawasan adik-adiknya itu. Kloplah sama Ibu.. (hmm, kok kayaknya paragraf ini gak nyambung sama judul yah? Ngehhehehe..)

Pokoknya hampir tiap hari adaaa aja ulahnya yang bikin Ibu kesel.. (hmm.. kind of remind me of someone.. hehe) Yang lelet berangkat Jum’at-an lah, yang pergi maen bowling ke Ramayana gak bilang sama Ibu lah, dah gitu nekat pergi bawa motor padahal punya sim aja enggak! Saya? Saya bingung. Kok, adik saya ini kelakuannya sedikit banyak mirip sama kelakukan saya waktu masa puberty ya? Bandel.. Apa ini emang lagi masa-masanya dia berontak, melawan segala sesuatu yang ada di dunia ini. Istilahnya, Me versus the World itu?

Sunday, December 02, 2007

Jangan Nodai Jilbabmu


Hmm, sebenernya sudah lama saya pengen nulis ini. Sudah beberapa kali saya mengalami kejadian yang hampir sama.


Yang pertama, saat saya mau berangkat kuliah, saya lewat depan masjid kampus (biasa disebut maskam). Ada seorang ibu tua (umurnya sekitar 60 tahun-an) berdiri di pinggir jalan. Melihat saya, ibu itu datang menghampiri.

"Neng, tolongin ibu.. Ibu mau pulang ke rumah.. Tapi gak punya uang.. Tolongin ibu, neng.."

Tanpa berprasangka, saya langsung merogoh dompet dan memberikan uang secukupnya. Tapi yang membuat saya kaget, keesokan harinya, saya lewat tempat yang sama. Dan ibu tua itu masih disana. Begitu melihat saya, ibu itu memalingkan mukanya dan segera berlalu. Seolah tidak ingin saya hampiri.



Yang kedua, saat saya mau ke Jombor, beli tiket bus ke Palembang. Saya berdiri menunggu bus di bunderan filsafat (masih di deket maskam juga). Ada seorang ibu (umurnya sekitar 40 tahun-an) datang menghampiri saya.

"Mbak, saya mau pulang.. Tapi gak punya ongkos.. Bisa minta sedekahnya?"

Kali ini saya berpikir. Bahkan cenderung berprasangka (yang kalau saya ingat kembali, saya jadi menyesal sekali..). Saya teringat dengan kejadian sebelumnya di depan maskam.. Akhirnya saya beralasan kalau saya memerlukan uang yang ada pada saya untuk membeli tiket bus ke Palembang. Saya memang tidak bohong, tapi saya sadar itu perbuatan yang tidak baik. Ibu itu kemudian pergi.


Yang ketiga. Baru terjadi kemarin. Di dalam bus Putra Remaja jurusan Jogja. Di Brebes, ada seorang perempuan (yang kepada saya mengaku masih kelas 3 smu, walaupun terlihat lebih tua dari pengakuannya) yang naik. Sewaktu hampir sampai terminal Jombor, perempuan ini melihat saya duduk sendiri. Dia lalu duduk disebelah saya. Menyapa saya dengan kalimat yang lazim terdengar dari seorang aktivis dakwah.. (hmm.. you know.. sapaan seperti afwan, ukhti, na'am, dsb..)

Bertanya saya kuliah dimana, jurusan apa, kosnya dimana, punya sodara berapa, dll. Saya senang-senang saja.. Sampai kemudian, dia mengeluarkan uang 50ribu rupiah, dan bertanya apakah saya punya uang kecil buat ditukar dengan uangnya itu. Saya menghitung uang di dompet, hanya ada 40ribu-an. Lalu dia bilang mau pinjam 20ribu untuk bayar ongkos bus. Ya, saya pinjamkan saja. Toh dia bilang nanti waktu turun dari bus, uangnya yang 50ribu dipecah di warung dan 20ribu saya akan dikembalikan.

Yang bikin saya seperti tersadar, ada seorang bapak yang tadinya duduk dibelakang, tiba-tiba menghampiri kami dan berkata :

"Wah, yang ini mau dikerjain juga?"

Perempuan itu tadinya duduk dan ngobrol dengan si bapak ini. Saya tau, soalnya obrolan mereka terdengar dari tempat saya duduk. Yang saya tidak tahu adalah penyebab kata-kata bapak itu tadi. Saya diam saja, tapi masih berpikir.

Kemudian saya turun, diikuti oleh perempuan itu. Saya mengajaknya ke warung terdekat untuk menukar uangnya tadi. Tapi tiba-tiba dia memegang tangan saya dan berkata.

"Mbak, ikhlas gak bantuin anak yatim? Buat anak yatim nih mbak.. Boleh minta sedekahnya, mbak?"

Saya kaget setengah mati. Apa-apaan ini? Saya mencoba menguasai diri. Saya lalu berkata..

"Ya udah deh, uangnya buat mbak aja.. Yang 20ribu gak usah dibalikin.. InsyaAllah saya ikhlas.."

Dan saya masih berusaha tersenyum padanya. Tapi dia kemudian menampakkan wajahnya yang terlihat memelas, dengan mata yang berkaca-kaca (walaupun saya tidak yakin akan kejujuran wajah dan mata itu). Dia berkata...

"Mbak, saya mau beli mukena mbak.. Mbak mau kan beliin mukena buat saya? Kasih sedekahnya buat saya beliin mukena mbak.."

Okay... That's it! Ini udah keterlaluan. She's been gone too far.. Saya hanya sempat berkata maaf, kemudian pergi meninggalkannya, walaupun dia masih memanggil-manggil saya.



Saya heran, betul-betul heran. Tidak adakah cara yang lebih baik untuk mendapatkan uang selain dari menipu? Yang bikin saya lebih heran lagi, ketiga perempuan itu semuanya berjilbab! Dimana izzah mereka? Tak punyakah mereka rasa malu? Pernahkah mereka mendengar kata harga diri? Saya bener-bener gak habis pikir.. Mereka memakai jilbab, apakah hanya sebagai kamuflase belaka? Supaya orang percaya, bahwa mereka orang baik-baik, orang soleh, gak mungkin bohong, gak mungkin nipu..

Gimana kalo kejadian ini menimpa orang lain? Kemudian mereka jadi berburuk sangka terhadap setiap perempuan berjilbab?

Tapi lagi, saya sadar. Mereka tentu tidak sepenuhnya salah.
Let's just say, bahwa saya terlalu berprasangka buruk sama orang lain.
Mungkin, ini bentuk teguran Allah buat saya.. Mungkin selama ini sedekah saya kurang.. Mungkin juga saya kurang memperhatikan saudari saya..
Saya yakin, ada hikmah dibalik setiap kejadian.

Dan untuk kejadian yang ini, hikmahnya adalah saya perlu introspeksi diri lagi.

Saturday, November 24, 2007

I'm home..

Yup, feels good to be back. Senangnya, kembali menapak di tanah Sumatera… Emh, hey.. wait.. saya rasa saya belum benar-benar menapakkan kaki saya di tanah Sumatera deh.. Secara sejak nyampe Palembang hari Selasa kemaren, saya gak pernah keluar rumah tanpa sendal atau sepatu. Hold on a second will ya..

(a few minutes later)

Okey, it’s done. Sekarang baru saya benar-benar merasakan tanah Sumatera di telapak kaki saya. Setelah nyari-nyari lokasi dimana ada tanah di belakang rumah. Soalnya it’s nearly impossible to be on the frontyard, without having my socks on my feet. Hehe.. Saya baru nyadar kalo hampir semua tanah di dalam pagar rumah –orangtua- saya sudah ditutupi, baik oleh semen (most of them, really) atau oleh rumput.. Well, it feels warm.. Sekarang baru ngerasa puas. –okay now, stop worrying about stupid details. Start talking about something important, please!—


Well, let me think..

Hmm, got nothing in mind..

Hmmm…

…………………

Do we have to talk about something important?

Okay, since I feel rather stupid now, and also being annoyed with the fact that I really want to continue reading that Harry Potter book, I guess…

That’s all folks!

-gee, it seems like I got contaminated with the book, the Harry Potter book. It’s in English you know, and I started to talk in English all the time! Even my heart and my brain are discussing things in English! Weird.. Watermelon deh! ^_^-

Tuesday, November 20, 2007

Sisa Pulsa Rp -5

Hari Kamis sore, sekitar jam 15.00 WIB, saya lagi asik GPRS-an. You know, melarikan diri sejenak dari dunia ‘nyata’ menuju dunia ‘maya’. Tiba-tiba aja, koneksinya ngadat, trus muncul error message. Saya menduga, pulsa saya pasti udah gak cukup buat akses internet nih.. Yo udah, saya tutup aplikasi Opera Mini-nya. Trus saya coba ngecek sisa pulsa di Kartu As saya itu.

Hah? Sisa pulsa Rp -5? Kagak salah nih? Saya cek lagi, eh tetep sama juga.. Emang bisa ya pulsa As di-minus-in? Gimana mekanismenya tuh? Jangan-jangan kartu saya yang error nih.. Ah, tau gini jadi nyesel nekat GPRS-an pake Kartu As. Soalnya, biasanya saya GPRS-an pake Mentari. Soalnya, sudah terbukti, tarif GPRS-nya jauh lebih murah. Tapi gara-gara pulsa Mentarinya abis, saya terpaksa pake yang As.

Eh, terus, kalo misalnya saya isi pulsa 10.000, sisa pulsanya jadi 9.995 gitu? Padahal, waktu saya nyoba nelpon ke satu nomor (biasanya kan kalo pulsanya gak cukup, ada si mbak yang dengan baik hatinya memberitahu nilai pulsa terakhir), si mbaknya bilang sisa pulsa saya Rp 0. Kalo menurut perhitungan mbaknya begitu, berarti kalo saya isi pulsa 10.000, harusnya mbaknya bilang sisa pulsa saya ada 10000 toh? Alih-alih 9990? (dengan asumsi bahwa jika dicek melalui *888# sisa pulsa tertulis 9995, maka sama mbaknya pasti dibaca 9990).

Bingung? Sama.. Lagian, kayaknya kok gak material amat ya, cuma soal pulsa 5 rupiah aja.. Ya, anggap aja saya lagi gak punya bahan tulisan yang lain buat di post di blog ini.. hehe.. By the way, saya jadi penasaran sama si mbak yang baik hati itu. Jadi pengen kenalan deh.. Dikasih royalti berapa duit ya atas penggunaan suaranya itu.. Ow.. ow.. siapa dia? Bolehkah aku melihat raut wajahnya.. Ow.. ow.. siapa dia?

Monday, November 05, 2007

Tragedi Senin Kelabu

Jadi gini, tadi pagi sekitar jam 8, saya terbangun (lagi) setelah tidur sekitar 2 jam.. Haha, perilaku jelek tidur lagi setelah solat subuh.. Hihi.. Pas mau ke kamar mandi, ups.. baknya kosong.. Ya udah, idupin pompa air lah, tunggu punya tunggu (hiih.. bahasa apa pula ini) kok airnya gak ngalir-ngalir ya?

Hmm.. berpikirlah saya di depan pintu kamar mandi itu.. Tiba-tiba, anaknya ibu kos muncul dan berkata "Pompa airnya lagi rusak mbak.. " Gubraaakk..! Matilah saya.. Belum mandi, udah jam 8 lewat, padahal harus kuliah jam 9.40.. Hyaaa.. Paniiikkk..

Mulai, sms orang-orang yang kosnya deket sama kosan saya.. Huihi.. "Numpang mandi doong.." Alhamdulillah, dapet tumpangan juga.. Sekitar jam 9 balik ke kosan, udah lega..

Kayaknya ini akibat tidur lagi setelah solat subuh deh.. Hehe, besok-besok kapok ah..


--Syukron katsir buat warga kosan Wisma Fathiya, especially Ayu.. Juga buat Iffah yang udah nawarin mandi di kosnya (walaupun telat..) Jazaakillah khairan katsir ya ukhti..--

Thursday, November 01, 2007

Lebih baik dia buta…


“Bagaimana denganmu, dik?” tanya Mbak Dewi sore itu. Aku diam saja. Ada sesuatu dalam pertanyaan itu yang membuatku merasa risih. Tentu saja aku merasa risih. Ketika seseorang ditanya tentang kriteria pasangan hidup, padahal seseorang itu merasa sudah cukup umur untuk menikah namun belum ada yang ‘datang’, bukankah pertanyaan itu sedikit menjebak?

Pertanyaan itu tidak kujawab. Setidaknya, belum. Ingin sekali aku menjawab, tapi lidah ini terasa kelu. Tidak pantas rasanya aku mengharapkan seseorang. Siapakah aku ini? Sampai begitu beraninya menetapkan kriteria bahwa pasanganku nanti harus begini, harus begitu, seperti ini, seperti itu.. Hina! Aku ini hina!

Pagi itu, aku berjalan menyusuri jalan yang masih lengang. Dari kejauhan aku melihat ada dua orang lelaki yang berjalan berlawanan arah denganku. Ketika semakin dekat, aku melihat cara mereka memandangku. Menjijikkan! Tatapan matanya, senyumnya, biadab! Aku cepat-cepat menunduk dan berjalan setengah berlari menjauhi mereka. Dari jauh aku masih bisa mendengar suara mereka tertawa. Alhamdulillah, Kau luputkan aku dari malapetaka…

Itu bukanlah yang pertama kalinya. Sudah seringkali aku mendapati lelaki yang memandangi wajahku lekat-lekat dan tersenyum nakal, atau menggoda, memanggilku dengan nama yang kurang ajar. Apa yang mereka lihat? Aku berjilbab! Mataku seringkali tertunduk! Aku merasa risih jika di dalam bus misalnya, ada lelaki yang tak henti-hentinya memandang ke arahku dan terang-terangan mengamati wajahku. Apa yang salah pada diriku? Kenapa lelaki itu memandangiku?

Pertanyaan itu dijawab oleh Mbak Dewi di suatu sore. “Karena kamu cantik..” Cantik? Hhh.. ingin rasanya aku tertawa terbahak-bahak ditambah berguling-guling di pelataran jalan Malioboro di malam Minggu! “Apalagi kamu punya sesuatu yang lain. Ada aura tertentu yang membuatmu semakin bersinar dan itu menambah kecantikanmu. Kamu punya inner beauty..” Aku diam.

Rasa maluku sudah tak tertahankan lagi. Aku menganggap kejadian di dalam bus itu sebuah penghinaan! Kejadian paling memalukan! Hampir saja aku mengambil keputusan untuk bercadar saja. Supaya tidak ada yang bisa melihat wajahku. Tapi ada konsekuensi yang lebih berat lagi yang harus kutanggung ketika aku memakai cadar. Dan aku tidak yakin aku bisa menjalani konsekuensi itu.

Tiba-tiba aku teringat pada pertanyaan Mbak Dewi beberapa hari yang lalu. Tentang kriteria pasangan hidupku. Inikah jawabannya? Aku tidak suka jika ada orang yang menyukaiku karena wajahku. Aku tidak suka jika ada orang yang mencintaiku karena wajahku. Itu berarti dia tidak benar-benar menyukai dan mencintaiku, tapi hanya menyukai dan mencintai wajahku. Jawaban itu datang tiba-tiba melalui nalar logika sederhana.

“Lebih baik dia buta..”


Yogyakarta, 28 Oktober 2007, 07.43 PM
--cerita ini terinspirasi dari curahan hati seorang ukhti yang muak dengan penilaian orang-orang (terutama kaum adam) terhadap dirinya yang hanya didasarkan pada penampilan wajahnya saja.. ehm, of course, it wasn’t me.. hehe..--

Monday, October 01, 2007

Akhirnya....

Siang itu, hati saya berdebar kencang. Oke, berangkat dari kampus, naik bus jalur 7 ke Jalan Kaliurang. Ada sesuatu yang menanti saya disana. Setibanya ditempat, saya disambut dengan senyuman seorang wanita cantik berjilbab. Ah, saya jadi malu.. Setelah ngobrol sebentar, tibalah saatnya.. Data diri itupun disodorkan pada saya. Hmm.. saya baca sekilas.. Ya.. betul.. yang seperti inilah yang saya mau.. Saya tersenyum dalam hati..

Si mbak berjilbab itu tadi, bertanya.. “Gimana, dik? Oke nggak?” Sambil tersenyum, saya menjawab “Bolehlah, mbak..” Lalu, si mbak menawarkan untuk melihatnya. Saya hanya mengangguk. Tampak tenang, padahal kebat-kebit juga..

Ketika ‘si dia’ sudah ada dihadapan, aduh ibuu… Oke punya kok.. Setelah itu, kita berkenalan sebentar. Sekedar mengetahui kecocokan masing-masing. Gak lama, kita mulai membicarakan hal-hal penting lainnya, seperti surat perjanjian, akad dan sejumlah uang yang akan dilibatkan..

Dan sore harinya, ‘si dia’ sudah jadi milik saya. Dengan sejumlah uang tertentu --yang tidak perlu disebutkan disini-- kita melangkah, akadnya pun terucap sudah.. Pokoknya mulai sekarang, kita gak akan pernah terpisah..

Akhirnya, penantian ini berujung juga. Mulai sekarang, kamu yang jadi tempat bersandar, tempat mencurahkan perasaan, kamu yang meringankan beban, menghibur hati dikala duka, penawar rindu pada keluarga.. Aahh.. akhirnya, kamu datang juga.. Biar bukan barang baru, tapi bukan itu yang utama. Karena saya butuh kamu.. My Toshiba Portege…

--Ngaku! Yang salah nebak harus ngaku! Yang mikir aneh-aneh juga ngaku! Huihihi..--

Monday, September 24, 2007

Karena Semua Muslim Itu Bersaudara


Suka heran sama beberapa teman disini yang terlalu sibuk mengkotak-kotakkan ke-Islam-an seseorang. Suatu hari, saya pernah ngobrol dengan seorang rekan seangkatan disini (walaupun sebenarnya beliau ini adik kelas, karena masih fresh graduate di 2007, sementara saya sudah lulus smu sejak 2004). Tiba-tiba beliau bertanya "Eh, mbak tau gak? si A kan anak salaf mbak.." Saya kemudian memandangnya dengan pandangan setengah gak percaya..

Kejadian berikutnya, di tempat dan waktu yang berbeda. Seorang rekan berkata "Jilbabnya gede banget, kayak anak salaf." Astaghfirullahaladzim.. Padahal beliau ini termasuk golongan mereka yang saya tua-kan, saya hormati karena sudah lebih dahulu bergabung dalam barisan dakwah.

Yang ketiga, ketika saya bertanya tentang toko jilbab yang ada di sekitar kampus. Seorang rekan menanggapi "Oh iya, di daerah A ada toko jilbab. Tapi itu toko jilbab salaf.."

Come on, ukh... That's not really the problem. So what gitu loh, kalo si A anak salaf? So what gitu loh, kalo jilbab saya kayak anak salaf? So what gitu loh, kalo itu tokonya orang salaf? Toh sama-sama muslim kan? Oke lah secara fikroh kita berbeda, tapi perbedaan itu kan tidak menyebabkan kita jadi dua belah pihak yang saling berhadapan? Padahal sebenernya kita kan punya tujuan yang sama, tapi jalan dan cara mencapainya saja yang beda. Iya kan?

Thursday, August 09, 2007

Home-nya Michael Buble

Theme song buat hari-hari saya belakangan ini.. Kangen sama rumah.. Sekarang masih di Kebumen. Udah dapet kos di deket kampus, nama daerahnya Kuningan. Besok-besok masih harus bolak-balik ke Jogja buat ngurus jas almamater-lah, buat tes asistensi-lah, buat technical meeting ospek-lah.. Banyak yang harus diurus.

Tapi tetep aja, disela-sela kesemuanya itu, kalo keinget rumah.. huu kangeeenn.. There's no place like home.. Suara hujan yang beda, bau udara yang beda, gesekan dedaunannya pun tak sama..

Kalo dirumah, kalo lagi gak ngapa-ngapain, saya suka duduk menghadap jendela kamar, memandang keluar jendela, liat hijaunya rumput di depan rumah, liat langit biru tanpa awan, liat pohon-pohon bergoyang bersama angin, kemudian memejamkan mata, tarik napas dalam-dalam, dan tersenyum.. I could never ask for more deh..

Itulah untungnya tinggal di pinggiran, di kampung, masih banyak yang ijo-ijo, yang seger-seger buat diliat.. Saya beruntung!

and i surrounded by,
a million people, i
still feel all alone,
just wanna go home,
i miss you, you know

another aeroplane, another sunny place,
i'm lucky, i know, but i wanna go home,
i got to go home,
let me go home,
i'm just too far, from where you are,
i wanna come home..

Friday, August 03, 2007

Puisi Sampah (Sampe Muntah)

ketika hujan tak se-romantis biasa
bahkan senyum tak jadi penawar duka
ada yang menggantung di dua mata
sehingga tampak keruh,
layu, hilang merah pipinya

berada dalam jalan penantian
pangkalnya jauh, ujungnya belum tiba
terpanggang di tengah-tengah
bahkan hujan tak se-romantis biasa

air diluar, turun ke bumi
air didalam, turun ke pipi

- kalo hujan duit, bukannya gak romantis,
tapi gak realistis.. alias mimpi abiiiss.. hehe -

Thursday, August 02, 2007

Pengamen = Ksatria Bergitar ?

'Sugih dudu ukuran mulyo, mlarat dudu ukuran hino..'

Sebaris kalimat ini, saya dengar dari mulut seorang pengamen yang sedang melantunkan sebuah lagu yang belum pernah saya dengar sebelumnya. Sebuah lagu 'mix' dari wejangan orang-orang tua, sarat nasihat dalam bahasa jawa, sedikit kocak, namun diakhiri dengan bait lagu 'Tombo Ati' yang terkenal itu. Saat itu saya sedang berada di dalam bus Purwokerto-Jogja. Satu baris kalimat yang artinya 'Kaya bukan ukuran kemuliaan, miskin bukan ukuran kehinaan..' Dasar saya terlalu sensitif, tiba-tiba saja air mata saya meleleh.. Begitu tersentuh sama kata-kata dari mas-mas pengamen itu..

Begitu banyak manusia di dunia ini yang sangat getol mengejar dunia, hingga melupakan akhiratnya, tempat kembalinya, sekaligus kehidupan yang sebenarnya. Mungkin juga termasuk saya.. (Dan mungkin, kesadaran akan hal inilah yang turut menyebabkan saya menangis tadi..) Terkadang saya tanpa sengaja telah menutupi ingatan tentang Rasulullah, manusia termulia sepanjang sejarah, yang miskin harta. Jadi malu saya, padahal sudah dengan jelas saya menyebutkan 'Cinta mati sama Allah, Rasulullah dan Qur'an' di bagian profile..

Terima kasih ya, mas pengamen.. Jazaakumullah khairan katsiran.. Sesungguhnya saya juga masih dalam upaya perbaikan diri.. Yuk, bebenah bareng-bareng.. (Suer deh, kalimat yang ini jangan ditendensikan sebagai kampanye dari salah satu Cagub DKI y? Hehe..)

Semangkaa..!

Saturday, July 28, 2007

Depok atau Bulaksumur?

Alhamdulillah, diterima di dua tempat. Dua-duanya ambil d3 akuntansi. Tinggal bingung mau ambil yang mana. Kalo yang di UI, inceran banget.. Tapi, yang di UGM, bisa selesai dalam waktu 1,5 tahun.. Soalnya saya dapet di kelas Trimester. Jadi, yang biasanya itungan 1 semester tu 6 bulan, di kelas Trimester ini jadi cuma 3 bulan. Otomatis bisa selesai lebih cepet. Siapa yang gak tergoda sih?

Bingung.. Yang di UI, lebih deket sama Palembang (secara geografis). Tapi di UGM, juga deket (secara historis). Hehe.. Mulai deh, cari-cari alasan buat pembenaran.. Orangtua dua-duanya nyaranin ambil UGM aja. Mbah Putri yang di Kebumen juga gitu. Mungkin maksudnya biar bisa deket gitu ama cucunya yang paling manis ini ya.. (Kyaa.. Narsis abisss!!!)

Di UGM juga ada fasilitas hotspot di gedung kuliahnya! Kalo di UI kayaknya gak ada deh.. Saya taunya di Depok Town Square tu ada, di bagian foodcourt-nya.. (Kok tauu?? Ya iyyalah, secara pernah meeting urusan bisnis disitu.. hehe..) Kalo biaya, jelas lebih mahal di UI. Ini juga jadi faktor pertimbangan yang cukup serius. Kos-kosan, makan, juga lebih mahal di Depok daripada Bulaksumur.

Tapiii... UI lebih deket sama STAN! Kan jadi bisa main-main ke Bintaro kalo lagi sempet.. Udah gitu, kalo di sekitaran Jakarta saya udah mulai lumayan apal jalan-jalannya. Udah gitu, kalo di UI, kemungkinan saya bisa lebih nyantai kuliahnya. Karena pelajaran untuk 3 tahun, ya dipelajari selama 3 tahun. Kalo yang di UGM kan, pelajaran untuk 3 tahun, dipelajari selama 1,5 tahun aja. Pasti padet banget kuliahnya.. Gimana mau ngikut organisasi?

Tapi lagi, saya suka ndengerin radio berbahasa Jawa, biasanya sih RRI lokal.. Rasanya adem aja gitu, biarpun gak ngerti.. hehe.. Tapi lagi, di Jakarta ada radio eSka.. Tau kan? Radio humor itu lho.. Lucu banget. Tapi, di Jogja saya bisa makan pecel sering-sering. Bisa minum jamu tiap hari. Bagus buat kesehatan (dan ehm.. bentuk tubuh).

Jadi?

Saturday, July 21, 2007

Susahnya Jadi Ibu

Saya lagi di Purwokerto nih, di kontrakan keluarga kakak perempuan saya, mbak Yuyun. Rumah kecil yang letaknya nyelip2 di daerah Watumas - Purwanegara ini, dihuni oleh mbak Yuyun, mas Hendri dan dede Farah yang umurnya baru 17 bulan. Saya seneng tinggal disini, soalnya dede' pas lagi lucu-lucunya! Bener2 nggemesin! Tapi, jadi kebagian repot juga, soalnya dede' kalo lagi rewel gak kenal kompromi deh..

Kalo ngeliat mbak Yun yang sekarang lagi berusaha menyelesaikan skripsi di FE Unsoed, rasanya kok beraaat banget.. Kasian deh, apalagi harus nyambi ngurusin dede' yang emang lagi heboh2nya. Tapi, mbak Yun itu sabar banget. Salut, emang naluri keibuan itu begitu ya? Hebaatt.. Suer deh, nginep disini bikin saya jadi nambah ngerti.. Dapet pelajaran berharga tentang arti keluarga.. Wah pokoknya keren!

Keputusan yang mbak Yun ambil untuk menikah di usia muda, memang sangat mengejutkan. Padahal umurnya waktu itu belum genap 20 tahun. Tapi lagi-lagi, kedewasaan seseorang toh gak bisa diukur hanya dari umurnya aja.. Faktor lain seperti kematangan pemikiran, pengalaman, dan faktor2 internal lain justru lebih berpengaruh..

Semangka buat mbak Yun!

Friday, July 20, 2007

Friday, July 13, 2007

Live From Kebumen (Catatan Perjalanan)

Setelah menempuh perjalanan sekitar 18 jam dari Jakarta, saya nyampe juga di Jogja. Saya turun di terminal Jombor, trus nunggu dijemput sama mas candra (kakak sepupu saya). Perjalanan yang asli, bikin bete! Macet! Paling enggak, saya jadi tau kalo ternyata saya masih perlu banyak belajar tentang kesabaran..

Capek belum hilang, kita langsung boncengan ke UGM. Daftar lagi. Untung masih keburu, soalnya pendaftaran tutup jam 3. Gara-gara ngebut, kita bisa nyampe UGM jam setengah 3. Prosesnya lancar, alhamdulillah..

Capek makin terakumulasi. Tapi saya ngotot mau langsung ke Kebumen. Kalo udah keluar keras kepalanya gini, rasanya gak ada satu orangpun yang bisa ngalahin argumen yang saya kemukakan. Dan mas candra akhirnya nurut aja.. Toh daripada saya nyusahin orang lain dengan numpang nginep, atau saya ngabisin uang ortu buat bayar penginapan, mending saya nyusahin diri sendiri (dan mas candra juga sih.. Hehe..) aja dengan nginep di rumah mbah putri di Kebumen.. Ya kan?

Jadi dari daftar, langsung cabut ke Kebumen, yang jaraknya sekitar 2,5 jam perjalanan naik motor. Pegel, pikir saya : 'Tahan dikit..' Capek, pikir saya : 'Bentar lagi..' Laper, pikir saya : 'Persediaan lemak masih cukup kok..' Pokoknya saya harus nyampe Kebumen dulu! Baru boleh istirahat.. Biar sekalian capek..

Di sepanjang perjalanan, sebenernya juga mengasyikkan kok. Liat sawah yang padinya masih ijo-ijo. Dah gitu ternyata di pinggir jalan ke arah Wates (yang juga menuju Kebumen) banyak kios yang semua dagangannya adalah... semangka! What a surprise! Wah, saya jadi ngerasa diingetin buat selalu bersemangat! Dan saya jadi menarik napas dalam-dalam dan tersenyum lagi! Pokoknya, do not under estimate the power of watermelon! Hehe..

Sekitar jam 6 sore, kita udah nyampe Sarbini 11, Kebumen. Rumah mbah putri.. Senangnya.. Rumah mas candra juga sebenernya persis di depan rumah mbah, jadi dia sekalian pulang juga, dan saya juga jadi gak dzholim kaan? Hehe.. And here i am, sampe kira2 hari selasa. Abis itu? Masih ada petualangan lain yang menanti untuk dijajal.. Yo, smangkaa!!!

Live From Batang (Catatan Perjalanan)

Oh, okey.. Ini baru bagus banget..

Bus baru berangkat dari Lebak Bulus jam 8 malam. Padahal dijanjikan berangkat jam 3.30. Walhasil, penumpang menunggu kurang lebih 4,5 jam. That's one.

Sampe Rawamangun, ada penumpang yang ternyata nomer tempat duduknya udah ditempatin sama orang lain, dua2nya punya tiket resmi juga. Aneh. That's two.

Sampe Purwakarta, di agen Lorena-Karina, kejadian yang di Rawamangun terulang lagi. Ini bener-bener aneh. That's three.

Sampe Tegal, ada kecelakaan, truk gede menggilas sesuatu yang udah gak jelas bentuknya. Waktu saya liat, nampaknya kejadian itu masih fresh. Oow, saya gak berani noleh lagi. Takut ngeliat anggota badan seseorang yang sudah tercecer.. Hii.. That's four.

Sampe Pemalang, saat sebagian besar orang masih tertidur. Tiba-tiba dikejutkan oleh suara seorang wanita yang mengaku kehilangan hape. Trus nuduh orang yang duduk disebelahnya, yang ternyata sudah turun di tengah perjalanan. Tapi entahlah, saya gak tau apa emang si penumpang itu yang ngambil, atau si mbaknya ini yang mengada-ada, atau malah pencurinya masih ada di dalam bus.. And, that's five.

It's strange how everything seems to be happened to this bus.. Allah, are you preparing us for something? Or is it just me?

Yup, sekian reportase saya. Sekarang sudah pukul 7 pagi.

Thursday, July 12, 2007

Live from Lebak Bulus (Catatan Perjalanan)

Bagus banget.. Gini ya, let me explain the situation here..


Berangkat dari Bintaro jam 9, mampir ambil uang di ATM (soalñ jumlah cash on hand ud ngepas bgt), eh ATM di Bintaro Plaza ngadat semua.. Nekat lah, berangkat ke Depok dgn uang yg hanya cukup buat berangkat aja.. Pulangñ? Urusan belakangan!

Alhamdulillah, dapet duduk di Deborah. Agak seneng.. Nyampe UI, ngepas, untung gak telat. Ngerjain soal lancar.. Tp sy lupa tokoh Fretilin yg dpt Nobel Perdamaian itu, siapa? Xanana Gusmao y? Hiks.. Lumayan (ancur)..

Keluar dari ruangan, langsung nyari ATM di dlm kampus UI.. Alhamdulillah, ad pegangan.. Padahal tadiñ ud mikir mw nekat naik taksi aj smp Bintaro, urusan ongkos.. belakangan! Hehe..

Oke, keluar dr Kober, jalan dikit.. Alhamdulillah, dapet duduk lagi di Deborah. Itu ud jam setengah 2, sementara bus ke Jogja berangkatñ jam setengah 4. Dan saya berkejar2an dgn waktu.. (eh, saya belum bilang y, kalo hari ini juga saya berangkat ke Jogja..)

Oke, sampe Bintaro (kosñ Retno) udah jam setengah tiga. Masih bisa nyantai lho.. Malah sempet makan segala.. Hihi.. Berangkat dr kosñ Retno jam 3.15. Jalan ke depan bawa 2 tas gede.. (phiuh.. girl poweeer!!!) Dapet taksi, minta cepetan ama supirñ, lewat tol. Nyampe Lebak Bulus, jam 3.50.

Guess what? Dengan bawa 2 tas gede itu, saya bisa lari2 bwt mempersingkat waktu! (just say it again.. girl poweeer! hehe..)
TAPIII..

Saya : "Mbak, bus yg ke Jogja dah berangkat belum?"
Mbak penjaga loket : (tersenyum, yang buat saya lebih terlihat seperti pertanda buruk) "O, busñ belum dateng.. Ditungguin aja dulu.."
Saya : (lemah, lesu, menghela napas, sedikit keluar percikan api dari hidung dan telinga)

Bagus banget ya? Dan sekarang ini, jam 6.15 ini, saya masih duduk dr terminal Lebak Bulus.. Mencari kepastian.. Sayup2 terdengar suara Melly nyanyi lagu 'Gantung'.. Ooww.. Bahkan ma'tsurat sudah habis..

What a day! Tapi seru! This is what i've been wanted since junior high! Berpetualang! All by myself! Keren gak siii..?

Mengingatkan bahwa ada jutaan orang di luar sana yang hidup sendirian.. Tanpa keluarga, teman, relasi, apapun.. Berjuang hidup sendiri.. Mereka hebat ya? Alhamdulillah saya punya semua yang saya butuhkan.. Above all, toh sebenernya kita gak pernah sendirian kan? Bukankah Allah lebih dekat bahkan daripada urat nadi kita? Allah tu keren banget.. Hehe..

Smangkaaa!!!

Wednesday, July 11, 2007

need a break...

ehm.. maaf gitu ya, ni template lagi dalam proses transisi. Belum sempet diubah semuanya.. Soalnya udah malem, saatnya balik ke kosannya Retno.. Hehe.. Tapi abis ini, mampir ke warung dulu, Retnonya lagi flu, trus manja minta dibeliin roti.. Disuruh minum Panadol gak mau si..

InsyaAllah dalam waktu dekat, urusan yang belum selesai, harus segera diselesaikan. Ibaratnya kalo menurut film "Casper" nih, this is my unfinished business.. hehe.. Maksudnya, sesuatu yang bikin orang meninggal terus jadi gentayangan gitu.. Ngayal banget. Yo wiss..

Anyway, sengaja milih template ini karna warnanya yang kuning-item.. Hehe..
Smangkaaa...!!!


Saya : "Ayo, qiu.. kita pul-pul! Retno udah kejang-kejang tuh kayaknya"
Qiu : "Ah masa sih?"
Saya : "Feeling nih.."
Qiu : "Ah masa sih?"
Saya : "Yee.. dibilangin gak percaya. Beneran.. Secara warnetnya ini jaraknya cuma beberapa rumah dari kos. Emang qiu gak denger suara auman barusan?"
Qiu : "Ah masa sih?"
Saya : (gemes) "Gak bisa ngomong yang lain selain kalimat itu ya?"
Qiu : "Ah masa sih?"
Saya : (lebih gemes lagi) "Belum pernah keselek monitor ya?"
Qiu : "Nah, justru itu.. Aku udah tiga kali keselek monitor.. Terakhir kali malah baru beberapa hari yang lalu.. Wuiih.. heboh banget disini.. Abis itu, mas-mas yang jaga warnet jadi nanya aku udah makan apa belum kalo dateng ke warnet ini.."
Saya : "Ah masa sih?"
Qiu : (menoleh dengan tatapan mesra setengah tak percaya)
Saya : (berkedip manja seraya tersenyum jenaka)
Mas Penjaga Warnet : (berkata dalam hati) "Besok-besok, aku pura-pura tutup aja deh.."

(skenario dibuat dalam keadaan sadar, bahwa besok masih ada ujian masuk program diploma, yang diujikan sejarah, geografi dan ekonomi.. suer deh, ini baru bisa nge-refresh mata yang udah tinggal segaris)

Saturday, June 30, 2007

Post Power Syndrome

Baru 2 hari balik ke 'mantan' kampus, suasana post power syndrome-nya sudah sangat terasa. Bener2 bikin geleng2 kepala.. Betapa kondisi seseorang bisa jadi jauh berbeda, ketika disibukkan oleh amanah tugas dan ketika 'job' dan 'orderan' mulai sepi..

Beberapa teman masih beruntung, karena walaupun sudah tidak pegang amanah di organisasi, masih dibutuhkan tenaganya di sejumlah kepanitiaan. Tapi sebagian yang lain? Wah..

Kekosongan waktu yang secara mendadak jadi melimpah ruah, membuat bingung. Ujungnya, malah diisi dengan obrolan seputar pernikahan dan sejenisnya. Setidaknya, itulah yang terjadi pada beberapa teman saya yang padahal dulunya tidak punya riwayat WO (Walimah Oriented).

Lah saya? Cuma bisa planga-plongo aja kalo mereka udah mulai kumat.. Sambil tutup kuping.. Pengennya si, sambil sekalian teriak "Weeiiiyy.. aku baru mau mulai kuliah lagi nii..!! Please, jangan diracuni dulu ya!"

Thursday, June 28, 2007

Blogging Lewat Handphone



Apakah Anda blogger sejati? Jika ya, atribut ini sesuai untuk Anda. Dengan atribut kronologis, Anda dapat terhubung dengan blog Anda setiap saat melalui ponsel.

Setelah berhasil membuat blog, entah menggunakan Wordpress, Blogspot, Modblog, Blogsome, Xanga, Friendster, ataupun Multiply, kini saatnya menambahkan atribut pada blog Anda. Setiap blogger pasti sudah familiar dengan atribut-atribut tambahan yang sering digunakan dalam sebuah blog. Pada umumnya, atribut tambahan tersebut diletakkan di bagian kiri ataupun kanan blog.

Pada artikel ini, CHIP akan memperkenalkan atribut blog yang belum banyak dikenal pengguna blog, yaitu atribut Kronologis. Kronologis merupakan atribut tambahan yang berisikan kegiatan pemilik blog waktu demi waktu. Uniknya, posting yang dilakukan oleh pemilik blog dilakukan melalui ponsel atau hp. Lalu, secara otomatis, berita yang diposting oleh blogger akan ter-update di blog miliknya, entah di Blogger.com, Wordpress, ataupun dalam blog dengan domain miliknya sendiri.

Berikut ini panduan singkat cara menambahkan atribut Kronologis dalam blog Anda. Pertama, daftarkan nama Anda di website kronologis.com. Website kronologis.com merupakan website yang didesain khusus untuk pengguna ponsel dan PDA. Jadi, jangan heran kalau tampilannya amat sangat sederhana (tanpa gambar) dan tanpa animasi sedikitpun! Untuk bisa sering-sering melakukan posting kronologis, dibutuhkan ponsel yang memiliki feature browsing, seperti OperaMini dan akses internet/GPRS.

1. Membuat Account: Buatlah account di http://kronologis.com . Caranya mudah, kunjungi website kronologis.com lalu pilih menu daftar baru. Anda cukup memasukkan username yang dikehendaki dan password, serta verifikasi password dengan benar.
2. Lakukan Login: Setelah selesai registrasi, lakukan login menggunakan username dan password. Untuk mencoba atribut ini, pilih menu “Posting Kron” lalu tulis kegiatan yang sedang Anda lakukan saat ini. Setelah selesai, tekan “Submit”. Akan ada konfirmasi jika posting Anda telah masuk.
3. Integrasikan posting: Integrasikan isi posting Anda pada kronologis dengan blog Anda. Sebaiknya, gunakan PC untuk melakukan proses kronologis awal. Untuk itu, masuk ke kronologis.com, lalu pada menu “RSS”, klik menu “Script HTML untuk dipasang di website kamu”. Kemudian copy-paste script tersebut ke dalam blog Anda.

(diambil dari majalah CHIP Spesial Blogging)

Wednesday, June 20, 2007

Ber-Assalamualaikum dalam SMS

Sebuah friendster message dari seorang teman menginspirasi tulisan saya ini. Pesan yang sudah diforward berkali-kali itu menyarankan supaya ketika menulis ‘Assalamualaikum’ di dalam sms, sebaiknya tidak disingkat. Tulislah ‘Assalamualaikum’. Atau jika dirasa terlalu panjang, maka tulislah ‘Salam’ yang dianggap memiliki arti yang sama dengan Assalamualaikum.

Begitu menurut pesan itu. Lantas saya jadi teringat, dulu saya biasa menggunakan singkatan ‘Aslmkmww’, kemudian berubah jadi ‘Aslkm’, kemudian belakangan malah cuma ‘Assww’. Tapi jujur, saya gak berani pake singkatan ‘Ass’, hehe.. Soalnya dalam Bahasa Inggris, kata itu ‘agak’ tidak enak didengar. Tapi yang jelas, saya memang tidak hendak menghilangkan ‘Assalamualaikum’ sebagai pembuka sms.

Tapi setelah menerima pesan itu, saya berubah lagi. Beberapa hari ini, saya mengirim sms dengan awalan ‘Assalamualaikum’. Merasa tak enak hati gara-gara ada pesan itu. Dan anehnya, yang dikirimi sms pun seperti mengerti, mereka menjawab dengan lengkap pula ‘Wa’alaikumsalam’ atau ‘Alaikumsalam’. (Meski saya curiga, mungkin mereka juga sudah menerima pesan friendster itu dari masing-masing temannya..)

Saya mengerti, penggunaan singkatan dalam mengucapkan salam itu tidak bermaksud menghilangkan makna sebenarnya. Tapi semata ingin mengikuti pakemnya sebuah sms yang memang musti ‘short’. Toh, demi efisiensi waktu dan pulsa. Plus supaya jempol gak bengkak.. hehe..

Anyway, tau gak kalo ada penyakit yang khusus menyerang jempol akibat terlalu sering ber-sms ria? Namanya text message injury. Penyakit ini bisa menganggu kesehatan pergelangan tangan dan jempol, karena tangan sering berada dalam keadaan ‘mengambang’. Maksudnya, tidak di atas meja, juga tidak berada di atas kepala kita. Penyebabnya karena kita terlalu sering memakai sms di telepon genggam. Otot-otot pergelangan tangan akan terganggu, karena pada posisi yang tidak nyaman. Dan ibu jari kita terlalu besar untuk menekan tuts ponsel pada saat menulis message. Ibarat mesin, ibu jari ini bekerja tanpa minyak pelumas. Akibatnya aliran darah bisa terganggu. (Sumber : Majalah Kawanku edisi 53 thn. 2001, yang gambar covernya Agni Pratistha si Putri Indonesia 2006 itu tuh.. pake kaos kuning, lagi pegang bola bowling warna merah)

Ocre, back to ‘Assalamualaikum’ dalam sms..

Diantara beberapa teman yang pernah kirim sms ke saya, ada yang make singkatan yang sama seperti saya, ada juga yang make ‘Askum’, ada yang make ‘Aww’ (yang bikin saya suka jadi ketawa geli, mikir apa ni orang lagi digigit semut, pake teriak ‘Aww’ segala..), ada yang make ‘Asw’, ada yang make ‘Asslm’, ada ‘Assl’, wuaa.. kombinasi hurufnya bisa banyak banget deh.. Mulai dari yang lazim dipake sampe yang aneh bin ajaib.

Tapi saya seneng-seneng aja.. Membudayakan ‘Assalamualaikum’ adalah tugas seorang muslim. Tebar salam, dimana aja.. Tapi tentunya lihat dulu orang yang dikirimin sms ya.. Jangan asal pake pembuka ‘Assalamualaikum’ kalo belum kenal atau belum tahu pasti agama orang yang dikirimin sms. Bisa dianggap gak sopan nanti, dianggap menghina, yang paling parah, bisa dituduh melakukan ‘Islamisasi’. Nah lho? Parah banget yak?

By the way, saya dapet 100 sms gratisnya kartu As nih. Assiikk.. Bisa sms-an sampe gempor deh.. Kirim-kirim pesan ‘hey-aku-pamer-dapet-sms-gratis-nih’ buat sesama pengguna Telkomsel. Hehe.. gak deng.. InsyaAllah gratisannya dipergunakan untuk hal-hal yang bermanfaat kok.. Hayoh, semmangkaaa!!!

Monday, June 18, 2007

Berharap Durian Runtuh

Sungguh tidak ada yang salah dengan hal itu. Pengharapan membuat perjuangan hidup jadi lebih bermakna. Seolah ada pendorong, motivasi, yang menyemangati kaki untuk melangkah kedepan. Ada yang merangkul, ada yang menepuk bahu, ada yang memeluk, ada yang tersenyum, yang menentramkan hati. Ada yang diajak tertawa dan menangis bersama-sama. Bagi saya, pengharapan datang dari orang-orang tercinta, yaitu teman dan keluarga.

Saat ini, saya berharap akan sebuah keadaan dimana saya merasa nyaman. Saya berharap ada ‘durian runtuh’. Sebuah frase berkonotasi yang menggambarkan keberuntungan bagi yang ‘diruntuhi’. Keberuntungan bukanlah kebetulan. Sejujurnya, saya tidak percaya ada hal yang terjadi karena kebetulan.

Saya berharap, kebingungan saya selama ini akan ada penyelesaiannya (bukan sekedar pemecahan. Karena sesuatu yang dipecahkan, justru akan menjadi kepingan kecil, tapi tetap ada disana, tidak menghilang).

Saya sebentar lagi harus mengambil keputusan. Antara harapan saya dan harapan orangtua. Saya berharap bisa melanjutkan kuliah di universitas terbaik (paling tidak menurut ukuran saya). Itu berarti saya kembali harus meninggalkan rumah, pergi jauh keseberang pulau. Meninggalkan kedua orangtua untuk kedua kalinya dalam jangka waktu yang lama. Tapi saya merasa bersalah.

Orangtua saya tidak keberatan. Mereka bahkan mendukung, menyemangati. Tapi kalau boleh memilih, saya tahu mereka lebih suka saya tinggal disini, bersama mereka. Saya bimbang. Merasa jadi anak durhaka. Setelah apa yang sudah mereka berikan, saya malah pergi meninggalkan mereka. Saya tidak ingin di hari tuanya, mereka malah hidup sendiri, kesepian di rumah, tanpa ada yang menemani. Anak macam apa saya ini?

Ketika mereka nanti sudah renta, sudah sakit-sakitan, tidakkah mereka merasa sakit hati telah ditinggalkan oleh anak-anaknya? Habis manis sepah dibuang. Demi Allah yang menggenggam hidup saya, itu adalah hal terakhir yang ingin saya dengar dari bibir kedua orangtua saya. Saya tidak rela membiarkan mereka menderita di hari tuanya. Saya tidak rela menyerahkan tanggung jawab mengurus mereka kepada orang lain. Sama seperti tidak relanya mereka menyerahkan tanggung jawab mengurus saya ketika saya masih kecil.

Saya anak kedua dari 3 bersaudara. Kakak perempuan saya sudah berada jauh di Purwokerto, bersama anak dan suaminya, membangun sebuah kehidupan disana. Rasanya sulit, bahkan untuk sekedar berharap bahwa mereka akan pindah ke Palembang. Adik laki-laki saya sebentar lagi akan menduduki bangku smu. 3 tahun dari sekarang, dia pasti akan pergi jauh juga. Saya tahu, saya bisa membaca dari gelagatnya.

Terlebih lagi, saya ditakdirkan untuk pulang setelah 2 tahun berada di Jakarta. Apakah ini memang ketentuan Allah, bahwa saya memang harus berada disini? Kalau kemudian saya memiliki keinginan untuk pergi lagi, apakah saya salah? Apakah saya melawan?

“Ummi, kamu pulang aja ya…” Begitu kata-kata ibu di telepon sekitar 10 bulan yang lalu. Saya menangis, ibu menangis, bapak menangis. Sungguh berat rasanya mengambil keputusan itu. Tapi saya tidak menyesal, karena disini saya belajar lagi untuk semakin mencintai dan menghargai jerih payah kedua orangtua saya. Saya sering merasa heran, bagaimana mungkin mereka bisa bertahan menghadapi tingkah laku saya yang terkadang masih kekanak-kanakan. Terkadang masih suka melawan, mendiamkan, kesal pada keduanya. Saya seolah benar-benar sudah bisa merasakan hawa panas neraka di ujung jemari kaki saya…

Sekarang saya harus bagaimana? Sembari terus berharap akan adanya ‘durian runtuh’ itu, saya juga terus berusaha membahagiakan keduanya. Berharap saya diberi banyak waktu untuk membalas kebaikan keduanya. Sebelum terlambat.

Saturday, June 09, 2007

purple painted door

the morning dew
has just about to make the first drop
from the tree top
the night before the sun comes shily shine

we put up the hat
and tight up the shoe
prepared for a new
seeds that'll come through

since they're afraid
but we're also scared
that we cannot be
what we supposed to be

when sky turns out to be red
it's time for us to come back to the shed
but the moments that we had together
might be the best time ever

Dua kematian dalam 1 minggu

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un

Hari Rabu ba'da maghrib, tiba-tiba aja mbak Yuyun (kakak perempuan saya) nelpon dari Purwokerto. Ibunya Mas Hendri (suaminya mbak Yun) meninggal dunia di Binjai karena sakit ginjal . Mas Hendrinya sendiri sebenernya udah dari kemarennya tau kalo ibunya sakit keras, mas Hendri udah disuruh pulang ke Binjai. Dan Maghrib itu, sebenernya udah di perjalanan ke Bandung, tempat uwaknya, trus dari Bandung baru sama-sama uwaknya berangkat ke Binjai. Tapi udah gak keburu...

Kebetulan sore itu saya yang nerima telpon, suaranya mbak Yun aneh... Bergetar... Sedih ya... Saya juga jadi ikut sedih, mertuanya mbak Yun berarti 'orangtua' saya juga. Kasihan sama mbak Yun, sendirian di kontrakan sama dede' Farah. Mbak Yun ga bisa ngikut, wong masih kuliah, udah gitu dede' juga blm bisa dibawa jauh-jauh.

Hari Jum'at sore, ibu baru pulang dari kantor. Bawa berita heboh. Pak Simamora ditembak mati. Pak Simamora itu guru SMP saya, beliau ngajar pelajaran Sejarah. Terkenal killer plus galak. Tapi Pak Simamora juga suka ngelucu... aneh ya...

Kejadiannya di deket kantor ibu, yang juga deket rumahnya Pak Simamora. Beliau ditembak orang gak dikenal. Saya gak habis pikir, kok bisa ya? Pak Simamora kan udah tua banget. Sekarang umurnya mungkin udah 50 atau 60-an. Ada masalah apa ya?

Saya bingung. Dua 'orangtua' saya dijemput ajal dalam dua cara yang berbeda. Mengingatkan saya betapa ajal begitu dekat, sangat dekat bahkan terlalu dekat. Nah, sudah siap belum?

Thursday, June 07, 2007

just a thought

Setelah dipikir-pikir lagi, saya gak yakin saya mau kerja kantoran. Sifat saya yang cenderung moody dan gampang bosan, rasanya gak cocok dengan rutinitas semacam itu. Mungkin1 Tahun pertama saya masih bisa bertahan, tapi memasuki tahun kedua dan seterusnya, saya gak bisa jamin.

Seperti saat ini. Sudah hampir 1 tahun saya belajar disini, sekarang saya sudah mulai bosan. Penyakit lama kambuh lagi. Mulai stress. Setiap kali mau berangkat, saya pasti langsung sakit perut. Saya pikir, rasa sakit perut itu adalah efek psikologis semata.. Sebagai imbas dari tekanan yang mengharuskan saya untuk kembali terjebak dalam sebuah rutinitas. Saya mulai jenuh.

Akhirnya, rasa sakit perut itupun menjadi alasan untuk tidak datang. Dianggap bolos, tidak juga. Dianggap sakit, tidak juga. Lantas apa? Pertanyaan ini yang membuat saya bingung.. Termasuk pada saat saya 'ditodong' untuk memberikan penjelasan mengenai absensi saya sewaktu kuliah di STAN. Hmm.. apakah saya berbohong dengan menyatakan bahwa saya sakit?

Anyway, itu bukan hal yang ingin saya bahas disini.

Berbekal pengetahuan atas sifat dan kecenderungan diri sendiri itulah, saya mulai mencari alternatif. Apakah bekerja semi-kantoran? Atau bekerja dengan membuat usaha sendiri? Atau tidak usah bekerja sama sekali?

Pilihan No.1. Bekerja Semi-Kantoran
Yang saya maksud disini adalah saya tetap bekerja pada sebuah perusahaan. Tapi pekerjaan itu tidak mengharuskan saya untuk datang ke kantor setiap hari. Jadi, saya bisa menyelesaikan tugas-tugas saya di rumah. Datang ke kantor sekali-sekali saja kalau benar-benar diperlukan. Pekerjaan kayak gini emang ada kan? Tapi biasanya pekerjaan begini menuntut keahlian (skill) yang tinggi pada bidang tertentu kan? Buat saya yang belum punya pengalaman, kayaknya sulit deh..

Pilihan No.2. Buat usaha sendiri.
Kedengarannya menantang ya? Saya kemudian mencoba menginventarisasi hal-hal yang dibutuhkan untuk menjalani pilihan ini. Modal berupa uang. Keuletan. Kesabaran. Kreativitas. Daya saing. Hmm.. apa lagi ya? Dan dari kesemuanya itu, saya langsung bisa mendengar suara orang-orang yang mentertawakan saya...

Pilihan No.3. Tidak bekerja sama sekali.
Saya bisa mati kebosanan seharian ada dirumah dan tidak melakukan apa-apa. Saya kira kalimat itu sudah cukup menjelaskan betapa pilihan ini sangat tidak mungkin sekali saya ambil. Saya bahkan tidak mengerti, bagaimana caranya pikiran kayak gini bisa menyusup ke dalam otak saya??? Saya tidak bisa selamanya menggantungkan diri pada orang lain. Entah pada orangtua, atau pada suami (kalaupun seandainya saya nanti akan menikah..). However, secara finansial, saya memang gak bisa menggantungkan diri pada siapapun.. Intinya.. I have to make my own money..

Wait.. wait.. Saya ini kenapa sih?!
After all, saya cuma seorang saya. Rasanya, semua hal ini lebih baik hanya menjadi mimpi manis yang bintang utamanya adalah saya (BUKAN dewi persik..). But you know what? I've learn something dari acara tv yang judulnya Kampus Extravaganza :

"Kamu tau apa yang harus kamu lakukan untuk mewujudkan mimpi?"
"Hmm.. apa?"
"Cuma 1 hal. Kamu harus BANGUN!!!"

Hhh.. secara tiba-tiba saya merasa sangat bersalah karena telah berkali-kali menguap di pelajaran Perpajakan hari ini.


-sebuah pemikiran pengusir kantuk
di tengah (menjelang akhir) pelajaran
Perpajakan hari ini-

Thursday, May 31, 2007

New Look? (not really..)

Sebenernya bosen pake template yang ini terus.. Pengen ganti suasana. Tapi dipikir lagi, ternyata saya masih sayang sama template ini.. Bagus sih.. Akhirnya saya modifikasi dikit aja, biar agak ada pergantian suasana..

Berhasil gak?

Hampir semuanya dipakein marquee, biar agak ringkas, jadi gak panjang-panjang. Trus fontnya juga diganti beberapa.

Saya lagi nyoba bikin template sendiri nih.. Dibantuin ama HTML-kit , SimpleCSS , dipandu sama buku Trik Mempercantik Blog

Semangka!

Monday, May 28, 2007

I’m on diet. I’m not happy with it.

You know, I hate when people see me after a long time, then the first thing they say was “Ya ampun, kok tambah gendut aja?” As if, the only thing they expected from me is for not being fat anymore. Hellooo… Kok gak nanya “Apa kabar?” atau “Gimana kuliahnya?” atau “Udah nikah belum?” atau sekalian aja “Lagi HAMIL ya???” Kalo udah begitu, saya cuma bisa senyum-senyum geram sambil nahan airmata yang rasanya udah berdesak-desakan pengen keluar..

Emangnya gak ada yang lebih dipeduliin daripada masalah penampilan ya? Seolah-olah saya jadi gak punya arti apa-apa kalo saya gak kurus.. Seolah-olah saya jadi orang terbego didunia dengan ke-enggak-kurus-an saya.. I’ve got other part of my body that need more attention you know.. Ever heard of something called : “BRAIN”? But still, it doesn’t mean that saya mengabaikan tubuh saya yang gemuk. I’ve tried to stay like this. I’ve tried to maintain my body supaya gak tambah gemuk.. And it’s hard you know..

But they just don’t understand. They don’t want to understand. As if, it was my fault, and the way they’re judging me from the way I look.. Oo.. it’s completely… (I’m speechless)
I don’t need those judgement! Give me a chance, and I’ll prove it to you!

Maaf ya.. But this is apa yang sebenarnya saya teriakkan dari dalam hati saya.. So pathetic…

Monday, May 14, 2007

Eksperimen 1.30.5.07

Eksperimen 1.30.5.07


Gak boleh ada yang protes! Ini emang nama makanan.. Tampilannya seperti itu. Eh, saya bikin sendiri lho.. hehe.. Gara-gara kelaperan, gak ada makanan, akhirnya sok kreatif gitu deh, nyoba-nyoba bikin something yang bisa dimakan.

Bahannya juga se-nemu-nya aja.. Nemu apel, yo wis.. dipake.. Kebetulan ada Buavita rasa apel nih.. dipake juga aah.. Nemu telur, tepung, bawang, sama temennya juga (maksudnya cabe deehh..hehe). Dan beginilahh..

Eksperimen 1.30.5.07


Rasanya??? Kalo dimakan tanpa sausnya, plain banget.. alias hambar.. alias gak ada rasanya.. Hihi.. kayaknya bumbunya kurang ya? Maklumlah, namanya juga Eksperimen. Trial and error is the best lah pokonya!!! Tapi sedikit terselamatkan oleh sausnya. Rasanya asem pedes gitu.. Lumayan, bikin kenyang. Plus ketawa-ketiwi gak jelas, gara-gara gak ada rasanya itu tadi. Lucu, aneh lah pokonya.. Dasar orang yang aneh..

Rada bangga juga sih.. Akhirnya! Ternyata masak itu seru! Apalagi kalo masaknya pake resep buatan sendiri. Terasa lebih bebaass.. Saking bebasnya nih.. Sampe ada kulit telur yang ikut kemasak.. hehe.. Baru nyadar pas kulit telurnya udah di dalem mulut, tiba-tiba aja “kletuk”.. Apaan nih? Pas dikeluarin, kyaaa… Kulit telur! Hehe.. Maklum, mecahin telurnya rada begajulan, jadi kemana-mana. Namanya juga Eksperimen.. ya gak?

Eksperimen 1.30.5.07


Kesimpulannya adalah :
1. Waspadalah! Penampilan bisa menipu. Tapi rasa, emang gak bisa bohong.. hehe
2. Kadang, kejujuran memang menyakitkan.
3. Tak ada semangka, apel pun jadi.

Yang pengen ikut ber-eksperimen.. Nih, saya kasih resepnya. Kalo mau dimodifikasi juga silahkan. Kayaknya kebih enak kalo isinya ditambahin ya.. Jadi lebih padet.. Ocre.. silahkan ber-eksperimen!!!


Bahannya :
Bahan Kulit
Tepung Terigu 1 sdm
Telur 1 butir
Air secukupnya
Gula secukupnya
Garam secukupnya
Bahan Isi
Apel ¼ buah (potong halus)
Telur 2 butir
Cabe Merah 5 (potong kecil-kecil)
Bawang Merah 3 siung (potong kecil-kecil)
Gula secukupnya
Garam secukupnya
Bahan Saus
Sambel Botol 2 sdm
Kecap Manis 1 sdt
Jus / Sari Apel 2 sdm
Apel secukupnya (potongan halus)
Cara membuatnya :
Bahan kulit dicampur jadi satu. Setelah rata, panaskan wajan, beri margarin secukupnya. Lalu masukkan adonan kulit sambil diratakan keseluruh bagian wajan. Itu lho, kayak bikin kulit pangsit.. Ngerti kan? (Untuk bahan segitu, bisa jadi 2 atau 3 kulit..) Inget, jangan kelamaan, apinya juga kecil aja, ntar gasang.. Kalo bikinnya bener, kulitnya bentuknya bundar.
Bahan isi dicampur jadi satu. Trus dimasukin ke kulit yang udah jadi. Bagian yang ini rada ribet, jadi musti sabarr.. kalo gak pengen buyarr.. Trus kulitnya dilipet jadi 2, membentuk fase bulan setengah. Hehe.. Biar rapet, pinggirannya di-lem pake putih telur. Sebelumnya, panasin wajan, beri margarin lagi. Trus masukin adonan kulit+isi. Goreng deh.. Dibolak-balik, inget, jangan sampe gasang.. Kalo udah kuning kecoklatan, angkat.
Bikin sausnya, gampang. Semua bahan saus dicampur jadi satu. Trus disiramin ke atas si “Eksperimen” sewaktu masih panas. Penyajiannya bisa ditambahin potongan apel sama kentang rebus. Jadi deehh..

Tuesday, May 08, 2007

mahasiswa pun tertidur...

Suer deh, bener-bener takjub undefined waktu liat berita ini di Liputan 6 Siang tadi.
Beberapa perwakilan dari BEM Nusantara II yang diundang ke Istana Negara buat melakukan pertemuan dengan Pak SBY, justru tertidur..Emo Smile ketika pak SBY sedang menyampaikan pidatonya..

kyaaa..Emo SmileEmo Smile
gubraks banget gak siihh..

Para perwakilan BEM yang berasal dari universitas swasta se-Indonesia ini, malah bertingkah meniru anggota DPR. Bener-bener miris...

Emang segitu bikin ngantuknya-kah, kalo pak SBY lagi ngomong ya? Emo SmileWah, kalo begitu, ntar kalo beliau lagi pidato mau saya rekam.. Sapa tau kalo insomnia saya kumat, begitu denger rekaman pidatonya SBY, saya jadi tertidur dengan sukses.. Bzzz..zzz.. Hehe..Emo SmileEmo Smile

Beritanya bisa diliat disini juga.

Saturday, May 05, 2007

feel bored

it's been almost 2 weeks, that i feel this way Emo Smile
it's not that i have nothing to do..
cause for being honest, i got plenty of works to be done

since my maxtor hard disk drive was being attacked by unpolitely evil viruss.. Emo Smile
ough... such a pain..
hiks.. Emo Smileall my final task (baca:tugas akhir) data are gone..

well.. it's not that bad, really..
cause i've only finished my first chapter.. hehe.. Emo Smile
the pendahuluan chapter..

but still..
it's a pain..
all of my pictures, musics, videos, documents..
are gone..

aaaaaa..... Emo SmileEmo SmileEmo Smile
gak boleh gini teruuuusss...

Thursday, April 26, 2007

What a week...

Lagi ujian nih.. Completely nyebelin. Masih ada 3 pelajaran lagi..

Kemaren nonton Arema lawan Bangkok University gak? Kereen.. Arema menang.. Padahal 2 pemainnya kena kartu merah.. Kemenangan yang harus dibayar dengan harga mahal..

Kemaren nonton Save Our Nation gak? Lagi-lagi IPDN. Sekarang masalahnya malah nyeret-nyeret semua sekolah kedinasan. Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, sekolah kedinasan hanya diperbolehkan bagi instansi kepolisian dan militer (ketentaraan). Berarti semua sekolah kedinasan yang ada di bawah departemen-departemen, termasuk STAN, sudah melanggar undang-undang.

Bapak Mustafa Kamal, yang anggota DPR dari Fraksi PKS itu, yang berasal dari daerah pemilihan Sumatera Selatan itu, menyatakan seperti itu. Pada dasarnya, pendiriannya saja sudah menyalahi undang-undang. Dan karena undang-undang juga dijadikan dasar hukum di negara kita tercinta ini, otomatis juga sudah menyalahi hukum. Jadi, pemerintah sendiri sudah melanggar hukum.

Saya bukan termasuk yang pro atau yang kontra. Pilih netral aja, lebih aman kali yee.. Tapi memang begitu faktanya kan? Kalo sekolah kedinasan semacam STAN dan IPDN masih tetap mau berdiri, ya undang-undangnya itu tadi direvisi saja... Masa sih mau tetep ngelawan sama UU? Mau sampe kapaaan???

Ah, bikin esmosi..

Kemaren malem saya juga nonton Topik Minggu Ini di SCTV.. Hehe.. saya gak begitu konsen sama yang diomongin.. Tapi saya malah merhatiin pakaiannya Yusril Ihza Mahendra yang diundang jadi narasumber. Gilee.. serba jeans boo.. Celana jeans item, sama jaket jeans warna gelap juga.. Kayaknya lagi puber kedua nih.. Hehe.. Ya, maksdunya beda aja sama tampilannya yang biasa saya liat di tivi. Biasanya kan pake jas, celana bahan.. Ya begitu lah..

Naaahh.. Hari ini.. Sriwijaya FC tanding lawan PSIS Semarang di Stadion Jakabaring. Waa.. pengen kesana.. Tapi lumayan jauh sih dari rumah saya, sekitar 1 jam perjalanan mungkin.. Adek saya malah nanya "Ngapo dak kesano bae?" Enakan nonton dari tivi kali ya.. Kan disiarin live di antv jam 3 nanti.. Hihi.. rada serem sebenernya. Yang jelas, kalo kapan2 liat pertandingan bola di tivi, trus ngeliat ada akhwat nyasar.. hehe.. gak usah heran..

Hari ini baca koran. Yang bikin heran, masa sih di koran hari ini, ada kunci jawaban soal UN SMP yang diujikan hari ini?? Gila! Entah kunci jawaban itu bener atau enggak, tetep aja ini tuh gak bener! Udah pada sinting semua apa ya? Bener-bener gak habis pikir.. Yang kayak gini dibiarin lewat begitu aja? Ya ampun, ada apa sih dengan Indonesia???

Satu lagi yang bikin esmosi...

Masih di koran hari ini. Judul beritanya "Kepala SMA Unggulan Diperiksa Inspektorat". Isi beritanya tentang kepala SMA Unggulan dengan inisial MB yang diduga berpoligami tanpa ijin istri pertamanya. Kebetulan, yang dimaksud dengan SMA Unggulan itu gak lain adalah SMA saya dulu, SMUUN 17 Palembang. Gak, saya gak salah tulis kok, namanya emang SMUUN. Kepanjangan dari Sekolah Menengah Umum Unggulan. Yang bikin saya selalu mikir, terlalu berlebihan gak sih ini?

Kayaknya ini juga yang bikin semua anak smu yang ada di palembang, mencap semua anak smu 17 tuh sombong.. Aduuhh.. sakit rasanya...

Dan dulu, kepala sekolahnya bukan bapak MB itu. Tapi bu Wien. Saya salut deh sama bu Wien. Orangnya tegas sekali. Kadang jadi malah terkesan kejam, tapi it's okey. Saya terutama suka sama peraturannya yang gak ngebolehin murid perempuan pake baju sempit sama rok pendek-pendek. Kita dulu seragamnya sengaja dibuat gede, roknya juga harus beberapa centi dibawah dengkul.. Kaos kaki gak boleh warna-warni, sepatu harus pantofel item. Ini yang bikin saya kagum. Ah, jadi kangen sama beliau...

O iya, balik ke beritanya itu tadi. Jadi semakin jelas oleh saya tentang peraturan untuk PNS yang ingin berpoligami. Ternyata bukan gak boleh (seperti yang selama ini saya duga), tapi dipersulit. Ya, peraturannya sih masih masuk akal menurut saya. Tidak terkesan mengada-ada. Pun maksudnya mungkin hanya ingin melindungi hak perempuan.

Pertanyaannya adalah : "Kalo saya yang di-poligami gimana?"
Dan untuk menjawab pertanyaan itu, ada satu masalah.
Masalahnya, saya gak ngerasa sehebat itu sampe diberi kehormatan untuk menjadi wanita yang mengalami poligami...

What a week, wasn't it?

Thursday, April 19, 2007

Ada Fotoku di Kartumu



Okey.. ini baru aneh. Ehem.. ehem ya.. Kemaren saya baca di koran Sumatera Express, ada berita di halaman 13, bahwa di Kartu Ujian Nasional - Ujian Sekolah TA 2006/2007 bagi siswa SMA/SMK Se-Kota Palembang dipasangin fotonya Pak Eddy Santana Putra, sang Walikota Palembang boo..

Selain itu, beliau juga 'titip pesan' yang bunyinya :
"Adik-adikku Generasi Penerus Bangsa
- Masa Depan Berada dalam Genggamanmu!
- Kejar Terus Ilmu Pengetahuan Pantang Mundur!
- Doaku Untukmu Semua!"
Trus dibawah sekali ada nama dan tanda tangan beliau lengkap dengan jabatannya.

Relevan gak sih? Ada hubungannya gak sih? Makna gak sih? Saya cuma bisa ketawa sambil geleng-geleng kepala deh.. Okay! I give up deh! Emang dunia jadi tambah aneh, atau emang perasaan saya aja ya..???

Tujuannya apa ya? HM Yansuri, Ketua DPRD Kota Palembang, yang diwawancarai oleh koran tersebut mencurigai hal ini sebagai salah satu bentuk kampanye... Soalnya, tahun 2008 nanti ada Pilkada. Dan tahun segitu, mayoritas anak SMA udah jadi pemilih kan? So.. bisa ketebak kan? Beliau mau cari dukungan dari anak SMA yang tahun 2008 nanti udah jadi pemilih..

Tapi, menurut Solehan Ismail, Ketua Komisi IV DPRD Kota Palembang, yang juga diwawancarai oleh koran yang sama, hal itu wajar-wajar saja... Beliau bilang.. "Kan tidak ada peraturan yang melarang tentang pemasangan gambar di kartu UN.." Rasanya saya pengen jawab : "Ah, kalo gitu saya mau pasang gambar Tigger di kartu UN saya.. Boleh kan? Kan gak ada yang ngelarang kan?" hehe..

Mungkin maksudnya buat ngasih semangat gitu ya? Atau buat nakut-nakutin biar gak pada nyontek? Atau buat kenang-kenangan? Secara ada tanda tangannya juga.. hehe.. Yang koleksi tanda tangan pesohor pasti seneng deh.. Atau malah jadi bingung ya? Ah, gak tau ah..

Mari kita ucapkan bersama-sama.
Satu, dua, tiga :
"Walikota yang aneh..."

Kalo saya sih.. Jadinya malah gak konsen ke ujian.. Jadinya malah melototin fotonya sang walikota sambil bertanya-tanya... "Sejak kapan mata saya rabun?" atau saya malah mikir begini... "Tau begini, saya juga mau dong masang foto saya di semua kertas ujian sekalian.. Biar populer, pasaran naik, nampang dikit deh lumayaann.." atau otak saya malah mendadak kosong (efek yang biasa muncul kalo lagi deket-deket Okit atau Retno atau makanan.. hehe) atau saya sibuk celingak-celinguk kanan-kiri dan bertanya-tanya lagi.. "Anak-anak yang lain dapet kartu beginian juga gak sih.. Jangan-jangan ada yang pengen balik ngisengin saya nih.."

Ampun deeh.. Gak habis pikir.. Kalo dipikirin emang gak abis-abis nih kayaknya... Tapi yang jelas saya bersyukur, soalnya waktu jaman saya ujian akhir SMU 3 tahun yang lalu, kartu ujian saya gak dipasangin hal-hal beginian.. hehe.. Anyway, kartu ujian itu masih saya simpen loh.. soalnya foto saya disitu keliatan bagus.. hehe.. narsiiisss...

O iya, di akhir berita, ada komentar dari Pak Syahrial Oesman, Gubernur SumSel. Beliau bilang.. "Saya belum lihat foto Wako di nomor ujian itu. Mana saya tahu kalau ada foto Walikota pada kartu ujian." Ya.. asal jangan jadi latah aja ya, Pak! Bisa-bisa kartu ujian anak-anak SMU ntar jadi seukuran kertas karton.. Saking banyaknya yang pengen pasang foto..

Semangka-lah pokonyaaa...!!!

Wednesday, April 18, 2007

Kok beda ya?

Heran saya.. padahal mulai dari bumbu sampe cara masaknya semua sama..
Tapi kok masakan ibu selalu lebih enak ya? Padahal saya udah meneliti sedetail-detailnya, semua langkah-langkah masaknya ibu.. Tapi kok ya tetep aja di lidah rasanya beda..

Hmm.. mencurigakan!
Secara ya, biarpun cuma masak mie instan aja.. Rasanya tetep lebih enak buatan ibu lho.. Yang bilang gini bukan cuma saya aja, tapi adek saya juga bilang gitu..
Padahal kalo mie instan kan bumbunya ya pasti sama lah..


Udah gitu, ibu saya kan masaknya kalo sabtu minggu aja, pas libur ngantor. Dibilang ahli masak, biasa aja deh kayaknya.. Pokoknya aneh deh..
Satu-satunya masakan saya yang rasanya paling mendekati rasa masakan ibu, cuma perkedel kentang.. hihi.. secara ini menu favorit saya.. hehe..

bedanya justru di bentuknya.. Kalo perkedelnya ukurannya lebih gede, berarti itu buatan saya.. hehe.. Biar puas deh tuh makannya!

anyway, masakan ibu pasti jadi favorit lah.. Ooo.. jangan-jangan resep rahasianya..
Dengan CINTA...
set daahh.. jaman kuda kejengkang kayak gini masih sok puitis aja..
ya maksdunya, karna ibu kan jarang dirumah, jarang masak, jadi sekalinya masak bener-bener dihayati sambil mempersembahkan seluruh jiwa dan raga.. ditambahi sedikit bumbu cinta dan penyedap bermerk kasih sayang..

hehe.. ibu, i love you..

Saturday, April 07, 2007

Sport is completely not me!!!


Beberapa hari yang lalu, saya iseng ah pengen baca bagian olahraga di koran. Padahal, itu bagian yang selalu saya lewatkan bersama dengan bagian berita kriminalitas (yang isinya serem-serem plus aneh plus agak cabul... eh.. katanya dilewatin, tapi kok tau yaa? Hehe.. maksudnya, sekarang selalu saya lewatin setelah nyadar kalo isi beritanya begitu...)

Iseng baca berita bola.. Ooo.. nama-namanya asing banget. Secara saya dulu waktu esde-esempe gila bola lho... Ketularan demam Piala Dunia '98. Dulu klub favorit saya Fiorentina, pemain favoritnya Gabriel Batistuta, kalo timnas saya paling sebel sama Brazil, jadi tim manapun yang ngelawan Brazil pasti saya dukung! Hehe..



Back to berita koran. Pas saya ngeliat klasemen sementara liga italia seri B, Juventus nangkring di posisi pertama. Eh.. seri B? Berarti Juve terdegradasi? Gilaa... rasanya gak mungkin banget! Sejak kapaann? Ya ampun, rasanya kayak abis dilemparin semangka segede lemari. (Bo'ong deng..) Ya gak nyangka, Juve kan dulu hebat banget.

Pemain bintangnya pasti udah pada kabur ke klub lain ya.. Makanya Juve terpuruk. Tapi kalo ngeliat klasemen seri B sih, tandanya Juve bakal naik lagi ke seri A dong.. Just for your info, dulu saya sebel sama Juve, soalnya ini klub favorit kakak perempuan saya.. Jadi ceritanya nih, kita saingan, gak mau sama-samaan. Soalnya beda umur saya sama kakak saya cuma 2 tahun, jadi hampir selalu disama-samain.. Bikin sebel tau!

Ini satu contoh nyata, bahwa emang hidup itu muter kayak roda. Kadang dibawah, kadang di atas. Ya kan? Kalo lagi diatas, bersyukur, kalo lagi dibawah, bersabar. Lebih hebat lagi kalo dibalik. Kalo lagi diatas, bersabar, kalo lagi dibawah, bersyukur. Ngerti gak? Saya jadi sok filosofis gini nih..

Masih berita olahraga di koran itu. Ada kontes pemilihan L-Men of the year. Itu lho, yang nyari cowok-cowok dengan badan kayak binaragawan. Aduh, jadi serem. Seketika saya keinget sama guru sejarah saya waktu sma dulu. Namanya Pak Noli. Beliau itu, aduh.. unspeakable deh.. Bodinya bo, sangaarr... Saingan deh ama Ade Rai. Beliau tuh nyambi jadi binaragawan juga nampaknya.. Gak nyangka aja orang kayak gitu bisa jadi guru sejarah..

Hii.. sereem.. Dulu saya mikirnya, ah.. mau belajar serius nih, kalo ada pe-er gak boleh ditunda-tunda nih. Abis ngeliat tangannya aja udah serem. Kesenggol dikit aja bisa semaput kali... hehe.. hiperbolis mode on. Sori ya pak noli... saya tidak bermaksud mendiskreditkan bapak.. hanya sedikit mengekspose keberadaan bapak di dunia ini...
Another real example of a few words that say : "Don't judge a book by it's cover."

I'm out of here! Smangkaaa..!!!
(anyway.. judulnya agak gak nyambung nih..)

Friday, April 06, 2007

Kecil atau gede, tetep aja korupsi...


Hari ini, waktu mau ngeprint tugas, eh.. kertasnya abis. Saya tadinya mau minta tolong sama Ibu, buat ngebeliin kertas. Tapi Ibu bilang :
"Itu ada kok kertas, Ibu bawa dari kantor."

Hmm.. saya mikir. Barang kantor Ibu? Itu kan gak seharusnya dipake sama saya? Percakapan berlanjut.

"Tapi emang gak papa Bu, kertas kantor dipake?"
"Ya kan cuma sedikit. "

"Tapi itukan namanya korupsi, Bu. Gak banyak, gak sedikit, tetep aja korupsi."
"Ibu udah ngomong kok waktu ngambil di kantor. Kertas itu juga tadinya mau dipake untuk keperluan kantor."
"Ya, itu berarti aku gak boleh make kertas itu dong, Bu.. Gak halal. Mending beli aja deh..."

Hhh.. semoga Ibu gak marah ya, saya bilang begitu. Tapi itu emang bener kan? Ibu saya kerja di Badan Meteorologi dan Geofisika dibawah Departemen Perhubungan. Kertas itu, dibeli pake duit rakyat. Masa' mau saya pake untuk kepentingan tugas saya? Lantas apa bedanya saya sama koruptor-koruptor kelas kakap?

Ah, saya mau bilangin Ibu ah, supaya jangan bawa-bawa barang-barang kantor ke rumah. Kan keluarga kita anti korupsi!

I'm out! I'm out! Smangkaaa...!!!

Thursday, March 29, 2007

Tips menenangkan diri saat sedang mengalami stress :

1.Hentikan pekerjaan yang membuat Anda stress. Berjalanlah menjauh dari lokasi --misalnya, ke Monas--. Kemudian hirup udara banyak-banyak --asal gak lupa dihembuskan kembali-- dan nikmati pemandangan sekitar. Kalo ada Bapak-Bapak pake kaos ijo yang jualan layangan, belilah layangannya dan mainkan! --ingat! Membeli! Bukan merampas, apalagi merampas layangan milik anak kecil yang Bapaknya punya bodi segede bagong atau segede jin tomang (ini bahasanya si Okit, makhluk aneh dari planet Anu)--

2.Putar lagu-lagu kesenangan Anda --lebih baik memutar lagu yang gak bikin tambah stress -- kemudian pejamkan mata dan nikmati alunan suara musik. --Rekomendasi saya, putarlah lagu-lagu lucu yang bisa bikin kita senyum sampe ketawa-ketiwi gak jelas seperti lagu2nya Sherina kecil-- Yang paling penting, kalo suara Anda pas-pasan atau malah cenderung hancur, lebih baik Anda tidak usah ikut bernyanyi. Yang akan terjadi adalah Anda justru akan membuat orang disekeliling Anda menjadi stress...


3.Lakukan pekerjaan yang menyenangkan buat Anda. Misalnya, makan, masak, tidur, ngaji, deelel. Lebih bagus lagi, lakukan pekerjaan yang selain menyenangkan buat Anda, juga menyenangkan orang disekitar Anda. Misalnya, nraktir (mauu.. mauuu..), cuci piring, cuci baju, kuras kamar mandi, ngepel, bantuin tetangga nyari rumput buat makanan sapi.. hihi...

4.Jika Anda sudah terlanjur emosi dan ingin mencari pelampiasan, temui sahabat Anda yang paling lemot (kalo buat saya, itu berarti Retno). Lantas tanpa ba-bi-bu lagi, pukul lengannya sekuat tenaga, dan segera kabur sebelum dia sadar apa yang sedang terjadi --kan lemot..-- That's what friends are for... hehe..

5.Kalo Anda punya sahabat yang cerdas (kalo buat saya, itu berarti bukan Retno), segera minta saran bagaimana cara menghilangkan stress yang sedang Anda alami. Asal jangan menemuinya ketika dia sedang tidur, atau sedang di kamar mandi (lagi nguras bak mandi, maksudnya) atau sedang mengendap-endap dibelakang Anda dengan tampang bernafsu ingin memukul. Karena itu berarti dia lagi stress juga, dan udah baca tulisan ini dan sedang memraktekkannya...

6.Kalo masih stress juga, culik keponakan Anda, buat yang gak punya keponakan, culik keponakan teman atau tetangga Anda. Pokoknya judulnya harus keponakan! Dijamin, bisa bikin Anda tambah stress. Apalagi kalo keponakannya udah berumur 17 tahun.

7.Masih stress juga?! Tulislah tips menenangkan diri saat sedang mengalami stress di blog Anda. Tulis sejayus mungkin, seaneh mungkin, sampe bikin Anda jadi merasa sedang melakukan hal gak berguna dan akhirnya kembali menyelesaikan pekerjaan yang membuat Anda stress tadi..

Wednesday, March 28, 2007

Masruri lebih pantas dapat LapTop


Kenal sama bocah ini gak? Sekitar dua hari yang lalu, dia muncul di berita Liputan 6 Pagi SCTV. Prestasinya, boleh bangeet... Peringkat 10 dunia catur anak-anak! Orangnya keliatannya pemalu banget.. nunduk terus pas diwawancarai.. Masih SD kelas 5, juara 1 terus disekolahnya, bapaknya tukang bajaj, rumahnya kecil, sempit. Ah, sedih. Apalagi pas denger dia cerita tentang kejadian waktu dia meraih peringkat 10 dunia itu...

Waktu itu ada pertandingan se-ASEAN di Ancol. Di pertandingan itu dia meraih 4 medali, 2 diantaranya emas dan peringkatnya naik menjadi peringkat 10 dunia. Tapi karena gak punya uang, pulangnya jalan kaki! Subhanallah! Keren banget! Miris juga, kok segitunya ya? Mana Menpora? Pak Adhyaksa Dault gimana nih? Hhh, saya hampir nangis waktu ndenger itu.. Bahkan Bayu Sutiyono (pembawa acaranya) sempat tercekat dan nada suaranya sejenak juga seperti mau menangis...


Pas ditanya apa keinginannya. Ternyata dia pengen punya laptop supaya bisa mengembangkan permainannya lewat teknologi komputer. Saya dukung banget, dek! (hehe.. ceritanya sok kenal gitu nih..) Daripada ngebeliin anggota DPR, mendingan ngebeliin Masruri aja deh..

Masruri harusnya gak perlu tertunduk setiap dia diwawancara. Dia harusnya bangga. Gak ada yang bisa dijadiin bahan untuk dia malu-in. Gak seharusnya dia minder. Biarin aja bapaknya tukang bajaj. Ibunya juga sampe harus ngutang sana-sini buat biaya pertandingan dia. Yang harusnya malu tuh ya pemerintah yang gak perhatian sama Masruri. Jangan tutup mata deh! Tuh udah disiarin di televisi! Kalo masih gak ngeh juga.... KETERLALUAN!!!

Friday, March 23, 2007

something speechlessly stupid

Klik. Lampu menyala. Perang dimulai.

"Cicak! Benci aku sama keadaan seperti ini... Kenapa tak pergi saja jauh-jauh!"
"Kubilang apa..."
"Apa kau bilang?"
"Hentikan keras kepala itu! Kapan kau mau mulai belajar?!"
"Tapi nanti lah... Tidak sekarang..."
"Merasa sok tau pula sekarang! Katakan padaku, berapa lama lagi kau hidup?"
"Bukan begitu. Tapi..."
"Tapi apa...?"
"Tak tau lah... Tak mungkin sekali rasanya."
"Kau bisa bilang tak mungkin, padahal kau tau pasti tak ada yang tak mungkin!"
"Benar itu.. Tapi.."
"TAPI! TAPI! TAPI! Makan saja tuh TAPI-mu yang sejuta banyaknya! Nanti kalau sudah habis, kau baru sadar kalau kau tinggal sendirian di dasar sumur, kenyang dengan TAPI-mu. Sementara orang-orang malah menumpuk TAPI-nya dan menaikinya supaya bisa keluar dari sana dan pergi tanpa toleh-toleh lagi!"

Klik. Lampu padam. Perang belum selesai.

Monday, March 19, 2007

Polisi Bunuh Polisi Dibunuh Polisi

Itu emang judul editorial Media Indonesia1 beberapa hari yang lalu..

Jadi keinget sama almarhum mbah kakung2 (bapaknya ibu).

Dulu, waktu mbah kerja di Kantor Penerangan3, itu sekitar tahun 60-an atau 70-an gitu deh.. Pokoknya pas jaman gak enak.. Mbah kakung pernah dituduh nyuri uang negara.. Kalo sekarang istilah ngetopnya tuh : "Korupsi"4.

Akhirnya beliau sempet masuk penjara.. Tapi itu kayaknya masih tahap pemeriksaan. Jadi belum ada bukti yang bilang bahwa emang bener mbah kakung korupsi. Usut punya usut, ternyata mbah kakung dinyatakan gak bersalah. Dan beliau tuh dituduh sama temennya sendiri. Difitnah5...

Gara-gara itu, mbah kakung trus jadi 'ilfil'6 sama polisi. Dugaan saya sih, waktu di penjara mbah pasti sempet 'digamparin'7... Ujung-ujungnya, Mbah kakung bilang ke semua anak-anaknya :

"Pokoknya, anak cucu dan keturunan8 mbah, gak ada yang boleh jadi polisi..."

Hmm.. setuju mbah! Apalagi kalo ngeliat sistemnya yang kayaknya emang udah jelek sejak lamaaa bangeet...

Ah, jadi keinget sama mbah putri di Kebumen9.. Kangeeenn... Kapan ya bisa maen kesana lagi? Lebaran tahun ini udah pasti gak bisa... Bapak sama Ibu udah abis jatah cutinya.. Jadi gak bisa ninggalin kantor lama-lama.. Huu... sebeell...


Keterangan :
1. Salah satu media cetak di Indonesia. Termasuk dalam raksasa bisnis media bertajuk Media Group milik Surya Paloh.

2. Tidak termasuk dalam jenis sayur-sayuran... Tapi, merupakan panggilan untuk kakek dalam bahasa Jawa. Tapi awass yaa.. jangan berani2nya ngajakin saya ngomong pake bahasa jawa... Nanti ayam tetangga pada mati gara-gara saya bengong gak abis-abis.. hehe..

3. Lebih dikenal dengan nama Departemen Penerangan, sebelum akhirnya dibubarkan.

4. Kejahatan yang paling jahat dari yang terjahat diantara sejahat-jahatnya kejahatan di dasar laut yang paling jahat...

5. Katanya lebih kejam daripada pembunuhan..

6. Bahasa G-A-U-L untuk ilang feeling (baca:filing). Maksudnya udah muak, gak pengen ketemu lagi. Contoh kasus : kalo kamu pernah ketauan ngupil di depan umum... Pasti orang-orang jadi banyak yang ilfil sama kamu.

7. Sesuatu yang asik, seperti surga di atas dunia, sekali coba pengen nambah lagi.. Bikin ketagihan. (Apa?! Hari ini kan hari kebalikaann..!!)

8. Urutan lengkapnya adalah anak, incu, buyut, bao, janggawareng, udeg-udeg dan gantung siwur... hehe...

A: plok..plok..plok... hebaaat.. hebaat.. euy... masih keinget sama pelajaran antropologi kelas
3 smu dulu...

B: hehe.. ini diperoleh dengan perjuangan berat..

A: waahh... iya ya, pasti nginget-ngingetnya berat bangeet... hebaaat...

B: hehe.. sebenernya yang berat tuh pas ngoprek2 gudang..

A: ???

B: untung aja buku antropologinya belum dijadiin bungkus cabe.. jadi masih bisa dicontek...

A: plok..plok..plok... buk..bak..buk...plakk.. byuurr...

9. Sebuah kota kecil di selatan jawa tengah.. Suasananya asik banget. Kalo malem, di alun-alun pasti rame, ada yang jualan sate laler.. Kalo pagi, ada yang jual bubur ayam, ennnaaakk banget! (hehe.. apalnya makanan aja nih...) Disini cuma ada 1 toko swalayan yang lumayan gede, namanya Rita... paling asik ke Rita naik sepeda.. atau keliling2 Kebumen naik sepeda.. Saya lahir di kota ini loh... di rumah sakit umum yang letaknya deket rel kereta api... serruuu...

10. Asal-usul, kalo asal jangan usul, kalo usul gak boleh asal.. Hehe.. pasti bingung, yang nomer sepuluh yang mana yaa? Hehe.. emang gak adaaa.... Kennaa Deehh...

(berantakan nih settingnya.. kayaknya saya kena karma gara-gara nulis keterangannya lebih panjang daripada yang diterangin.. hehe.. )

Saturday, March 17, 2007

Adekku pacaran?

image hosting for myspace

ahha... ha... ha... ha...
ha.. ha.. haaa...
haaaaaa...
huuu..hu..hu..hu...
huu..hu..hu...

gak ngerti deh... pliisss, jangan sampai terjadi... itu kan gak halal...
o.. oww.. ww.. ribet nih.. ribet nih.. ribeeett...

gimana cara bilangnya ya? gimana cara kasih taunya?
gak ngerti deh jalan pikiran remaja laki-laki berumur 14 tahun...
ada yang tau???

gara-gara iseng baca sms di hape adek saya nih..
ada banyak sms dengan sejumlah kata-kata :

"ChyanQ"

huaa... apa pula itu maksudnya?

Friday, March 16, 2007

Obral Buku Lima Ribu

Beberapa hari yang lalu saya mampir ke Gramedia.. Eh lagi ada obral buku 5000-an.. Assiiikk..
Untung aja lagi gak rame, kayaknya juga gak banyak yang tau kalo lagi ada obral buku...
Akhirnya saya beli 4 buku, 3 novel dan 1 buku kumpulan surat gitu deh..

Novel pertama judulnya DeMiGod, sebuah novel tentang arogansi manusia. Ceritanya tentang dokter bedah yang keterusan ngerasa jadi Tuhan.. Tapi terlalu banyak istilah medis, bikin saya jadi bingung.. hehe.. biar udah selesai bacapun, saya masih gak nangkep maknanya tuh.. Rencananya, buku ini mau saya pinjemin ke temen yang kuliah di FK, biar dia bisa nerjemahin buat saya.. hehe..

Novel kedua judulnya Metro, penulisnya Gola Gong. Keren abiiss.. saya sampe heran buku begini kok gak laku ya? Emang tipis sih, ceritanya tentang seorang petinju yang dapet hidayah. Saya suka soalnya ada banyak wawasan yang didapet, terutama tentang tokoh-tokoh dunia. Soalnya si petinju ini dikisahkan sebagai seorang kutu buku...

Novel ketiga adalah sebuah karya terjemahan dari cerita pendek Italia. Judulnya Komedi Empat Musim. Gilaaa... ini keren loh.. Cerpen-cerpen Italia ini, ceritanya lucu, tapi lucunya tu bukan lucu jayus atau jorok, tapi lucu yang tragis, klise, sekaligus sedih.. Tapi lucu.. Bikin saya jadi mikir bahwa batas antara sedih ama lucu tuh tipiiiss bangeett... Novel ini bikin kita senyum sekaligus sedih... Hebat deh pokonyaaa..

Buku yang terakhir judulnya Cinta di Tengah Kengerian Perang, isinya surat-surat penghabisan dari Stalingrad. Ya surat-surat yang ditulis para serdadu perang Jerman pas masa-masa Hitler tuh.. Ternyata banyak diantara mereka yang ngerasa pesimis, dan mereka sudah dibohongi dengan sejumlah janji-janji.. Tapi mereka udah gak bisa kemana-mana lagi.. Kasihan..

Hhh... padahal ke-4 buku ini keren loh.. Tapi kok gak banyak yang berminat ya, sampe diobral gitu.. Ini salah satu bukti.. Gak semua yang murah itu berarti "murahan"...
Ah, kapan-kapan ke gramed lagi ah.. Sapa tau ada obral buku lagi.. Lumayan.. Sapa tau nemu buku keren... (Sayangnya buku cara menanam semangka lagi gak diobral euy.. hehe..)

Monday, March 12, 2007

dari Kaos sampe Hidup dan Mati

Saya pernah baca tulisan di belakang kaos seseorang yang bunyinya gini :

Everybody wants to go to heaven,
but nobody wants to die.

A bit silly wasn't it? Saya menganggapnya sebagai sesuatu yang konyol. Semua orang emang pengen pergi ke surga, tapi banyak orang yang gak bener-bener pengen pergi ke surga. Buktinya, mereka masih takut mati. Mau masuk surga kok gak mau mati?

Sekarang gini deh, mereka pikir surga ada dimana? Di atas langit? Lantas mereka bikin eksperimen segala macem biar bisa terbang ke luar angkasa... Sesuatu yang gak mustahil untuk dilakukan di jaman sekarang toh? Apa mereka udah nemuin surga?

Mati itu bukan keharusan. Tapi kebutuhan. Kita butuh mati. Sebagai makhluk hidup, biar hidup jadi lengkap dan bermakna, ya kita butuh mati dong... Siapa sih di dunia ini yang bener-bener pengen hidup kekal abadi? Toh kalaupun ada, nantinya kalaupun benar mereka bisa hidup kekal, setelah beberapa waktu pasti mereka juga mendambakan kematian..

Siapa sih yang gak sedih ngeliat kematian orang-orang yang dicintai satu persatu? Siapa sih yang bisa tahan hidup sendirian, setelah semua orang yang kita kenal udah di dalem kubur semua? Masih ngeyel mau tetep hidup?

Saya yakin, pada satu titik tertentu, semua orang pasti pernah ngerasa pengen mati aja. Biasanya sih pada titik terendah dalam hidup, pas lagi banyak masalah. Saat itu dengan gampangnya kita bisa bilang: "Ah, kalo gini, mendingan saya mati aja lah... Saya udah gak tahan lagi... Ini sudah terlalu berat untuk dihadapi.." Apes banget kalo saat itu juga ada setan lewat. Lebih apes lagi kalo orang itu gak pernah ketempelan iman dan ilmu, jadinya gak pake pertimbangan lagi, langsung hajar aja...

Come on.. Hidup dan mati itu sesuatu yang indah. Sama halnya dengan laki-laki dan perempuan. Sama halnya dengan hitam dan putih. Sama halnya dengan langit dan bumi. Semuanya diciptakan oleh Allah..

Ada temen yang bilang : "Saya salut sama orang yang berani mati, tapi saya lebih salut lagi sama orang yang berani hidup." Menurut dia, hidup itu ternyata lebih sulit untuk dijalani ketimbang mati. Mungkin itu juga yang jadi alasan buat orang-orang apes yang gak sengaja ketemu ama setan lewat itu tadi... hehe... Bedanya, ada orang-orang tertentu yang lebih milih untuk berjuang ketimbang nyerah sama keadaan.

That's it!

Agak bingung ya? Jadinya separo-separo gini... iya memang begitu, di satu sisi kita gak boleh takut mati, tapi juga harus tetep berjuang untuk hidup. Gak usah ngotot pengen mati atau ngotot gak pengen mati. Toh segala sesuatu yang berlebihan kan gak baik..
Yang penting kita punya bekal, ya bekal buat mati juga bekal buat hidup.

Hhh... saya jadi mikir. Saya udah siap belum ya?