Friday, August 03, 2007

Puisi Sampah (Sampe Muntah)

ketika hujan tak se-romantis biasa
bahkan senyum tak jadi penawar duka
ada yang menggantung di dua mata
sehingga tampak keruh,
layu, hilang merah pipinya

berada dalam jalan penantian
pangkalnya jauh, ujungnya belum tiba
terpanggang di tengah-tengah
bahkan hujan tak se-romantis biasa

air diluar, turun ke bumi
air didalam, turun ke pipi

- kalo hujan duit, bukannya gak romantis,
tapi gak realistis.. alias mimpi abiiiss.. hehe -

2 comments:

mas fredy said...

Jadi inget istriku lagi...
Hiks..!

Anonymous said...

Air mata yang keluar maka tiada mengapa
Air mata dalam hati itulah yang berbahaya