Friday, June 27, 2008

untitled





Biar

Biarkan aku tidur malam ini
Biarkan bantal pink itu temani aku malam ini
Biarkan aku tidur menempel pada dinding yang terasa dingin
Dan matikan lampunya

Karena

Karena esok aku akan bangun
Karena hidupku belum selesai
Karena hidup harus selesai sebelum ia berakhir

(Posisi tidur kayak begini favorit Tigger Banget dah.. Apalagi kalo abis pusing gara-gara gak bisa nyelesein sudoku. Hehehe...)

Monday, June 23, 2008

"Dia juga gak pacaran..."

Itu kata Bapak kemarin, sewaktu mendefinisikan seorang ikhwan yang dianggapnya cocok buat jadi suami saya.

Saya jawab : "Hanya itu?"

Bapak : "Dia juga beda sama anak buah bapak yang lain. Anak ini... Ya, pokoknya lain.. " (tersirat lah, klo Bapak udah terlanjur 'kepincut' sama bawahannya yang ini.)

Saya : "Tapi dia belum liat aku kan.. Belum tentu mau.."

Bapak : "Ya makanya, kamu pulang sekali-sekali. Biar nanti Bapak ketemuin sama si X."

Saya mikir lamaaaaaa bangeeeeett.. Takut euy..

Bapak : "Bapak cuma pengen liat kamu bahagia. Gak hidup susah. Bapak berusaha nyariin laki-laki yang bagus agamanya, yang mapan pekerjaannya. Supaya kamu ada yang menjamin kehidupannya nanti."

Saya diem aja. Gimana ini?

Masalahnya, duluuu sekali, waktu saya masih kuliah di STAN, bahkan Bapak sudah pernah menyinggung-nyinggung si ikhwan ini. Saya diberi nomer hapenya, dan si ikhwan itu diberi nomer hape saya. Lantas dia kirim sms, bertanya sedikit. Dan dari pertanyaan yang sedikit itu, saya simpulkan bahwa ada sedikit perbedaan pemikiran antara kita berdua. Walaupun tidak menutup kemungkinan adanya kekeliruan dalam kesimpulan yang saya ambil itu.

Tapi nampaknya, ikhwan itu juga sadar akan adanya perbedaan pemikiran itu. Dan lantas ia 'mundur'. Ya, walaupun sebenarnya belum bisa dibilang udah 'maju' juga sih.. Tapi ia menghilang dan gak pernah kirim sms lagi. Waktu itu saya langsung bisa bernapas lega. Pfhiiuuhh...

Saya pernah konsultasi sama murobbiyah saya tentang hal ini. Dan beliau berkata :
"Sebenarnya tidak ada masalah, jika memang semua hal masih bisa dibicarakan. Akan tetapi, tolong dipertimbangkan juga, apakah mungkin dalam satu kendaraan ada dua orang yang walaupun memiliki tujuan yang sama, tapi hendak menempuh jalan yang berbeda dan dengan cara yang terkadang berbeda pula?"

Dan kemarin, tiba-tiba saja Bapak mengungkit masalah itu lagi.
What should i do?