Hampir selalu muncul tanya : "Mengapa?"
Pasti timbul rasa : Berduka.
Atau bahkan air mata : Penyesalan.
Ada juga yang berkata : "Tak percaya.."
Namun, jika memang sudah takdir-Nya..
Apakah pantas seorang gembala menggugat si pemilik kambing yang mengambil kambing-kambingnya kembali?
*Toshi sakit.. Harus 'dioperasi'.. Kondisinya masih kritis.. Cepat sembuh ya Toshi.. Aku kangen lantunan murottal dari 'bibirmu'.. *
Thursday, December 18, 2008
Sunday, December 14, 2008
Mati Lampu
Awalnya pasti terasa gelap, pekat..
Tapi sistem tubuh manusia memang tidak dirancang untuk bekerja secara instan..
Perlahan, mata mulai terbiasa dengan gelap, hingga akhirnya tak lagi pekat..
Kawan, satu lagi pelajaran singkat tentang kehidupan..
Kalo malem-malem mati lampu, dan kamu gak tau dimana letak obat nyamuk, racun serangga dan teman-temannya, jangan sekalipun *ulangi* jangan sekalipun *ulangi* jangan sekalipun buka pintu demi memperoleh secercah cahaya..
Karena nyamuk bisa dengan leluasa menerobos masuk ke dalam rumah dan akhirnya membuatmu tak bisa tidur semalaman. Pengalaman mendebarkan yang meninggalkan jejak berupa bentol-bentol di tangan dan kakimu..
*catatan saat diri ini merasa perlu ikut kursus kilat tari saman*
Tapi sistem tubuh manusia memang tidak dirancang untuk bekerja secara instan..
Perlahan, mata mulai terbiasa dengan gelap, hingga akhirnya tak lagi pekat..
Kawan, satu lagi pelajaran singkat tentang kehidupan..
Kalo malem-malem mati lampu, dan kamu gak tau dimana letak obat nyamuk, racun serangga dan teman-temannya, jangan sekalipun *ulangi* jangan sekalipun *ulangi* jangan sekalipun buka pintu demi memperoleh secercah cahaya..
Karena nyamuk bisa dengan leluasa menerobos masuk ke dalam rumah dan akhirnya membuatmu tak bisa tidur semalaman. Pengalaman mendebarkan yang meninggalkan jejak berupa bentol-bentol di tangan dan kakimu..
*catatan saat diri ini merasa perlu ikut kursus kilat tari saman*
Sunday, November 30, 2008
Renung
"Bahkan dedaunan yang jatuh dari tangkainya tidak terlepas dari skenario Allah.."
Inilah kalimat yang membuat saya berhenti sejenak. Saya pandangi punggung sosok yang barusan mengucapkan kalimat itu, karena ia memang sedang duduk membelakangi saya. Sosok biasa saja, seorang al-ukh yang sedang meminum sereal hangat. Entah dengan maksud apa ia mengucapkan kalimat itu. Entah untuk siapa kalimat itu ditujukan. Di malam yang bagi saya, sangat melelahkan. Di ruang keluarga Asma Amanina yang sudah mulai sepi, karena penghuni Asma sebagian besar telah terlelap..
Saya tengah berkutat dengan buku karangan O'Brien dan Marakas. Yang kalau bukan karena buku wajib mata kuliah Sistem Teknologi Informasi, tidak akan ada di atas meja saya malam ini.
Setelah lelah sejak Sabtu pagi hingga Ahad sore mengikuti Dauroh Murobbi Kampus. Setelah miris, karena bertepatan ketika saya ada di DMK, teman-teman sekelas saya sedang makan-makan karena mereka lulus ujian kompre di hari Sabtu itu. Setelah khawatir dimarahi ustadz karena keluar Asma jam 8 malam, padahal saya harus mengirimkan fax ke beberapa surat kabar sehubungan dengan amanah di tim media. Setelah bingung kenapa malah buku STI yang ada di atas meja padahal besok Senin itu ujian Etika Bisnis. Setelah merasa kelaparan karena tidak sempat beli makan, dan akhirnya masak mie instan jam setengah 10 malam.
Semuanya, membuat saya ingin menangis. Dan air mata itu memang sudah keluar sedikit, di sudut dapur yang gelap karena lampunya lagi-lagi mati, entah untuk yang keberapa kali. Air mata itu keluar, ketika saya menengadah, melihat langit, tapi tak hendak meragukan keMahaTahuanNya.
Saya masih harus banyak belajar tentang ikhlas, tentang tadhiyyah, tentang rasa sakit, tentang prioritas.
Malam semakin larut, saya masih duduk di ruang keluarga yang bertambah sepi. Kini hanya tinggal 2 orang, saya dan seorang al-ukh lain yang juga sedang duduk membelakangi saya, sibuk menyetrika. Saya masih merasakan sakit di sekitar pundak kanan, saya sampai lupa apa yang tadi telah terjadi pada salah satu anggota tubuh saya itu.
Laa haula wa laa quwwata illaa billaah...
*ajari aku menjadi kuat, atau paling tidak, jadilah sumber kekuatanku..*
Inilah kalimat yang membuat saya berhenti sejenak. Saya pandangi punggung sosok yang barusan mengucapkan kalimat itu, karena ia memang sedang duduk membelakangi saya. Sosok biasa saja, seorang al-ukh yang sedang meminum sereal hangat. Entah dengan maksud apa ia mengucapkan kalimat itu. Entah untuk siapa kalimat itu ditujukan. Di malam yang bagi saya, sangat melelahkan. Di ruang keluarga Asma Amanina yang sudah mulai sepi, karena penghuni Asma sebagian besar telah terlelap..
Saya tengah berkutat dengan buku karangan O'Brien dan Marakas. Yang kalau bukan karena buku wajib mata kuliah Sistem Teknologi Informasi, tidak akan ada di atas meja saya malam ini.
Setelah lelah sejak Sabtu pagi hingga Ahad sore mengikuti Dauroh Murobbi Kampus. Setelah miris, karena bertepatan ketika saya ada di DMK, teman-teman sekelas saya sedang makan-makan karena mereka lulus ujian kompre di hari Sabtu itu. Setelah khawatir dimarahi ustadz karena keluar Asma jam 8 malam, padahal saya harus mengirimkan fax ke beberapa surat kabar sehubungan dengan amanah di tim media. Setelah bingung kenapa malah buku STI yang ada di atas meja padahal besok Senin itu ujian Etika Bisnis. Setelah merasa kelaparan karena tidak sempat beli makan, dan akhirnya masak mie instan jam setengah 10 malam.
Semuanya, membuat saya ingin menangis. Dan air mata itu memang sudah keluar sedikit, di sudut dapur yang gelap karena lampunya lagi-lagi mati, entah untuk yang keberapa kali. Air mata itu keluar, ketika saya menengadah, melihat langit, tapi tak hendak meragukan keMahaTahuanNya.
Saya masih harus banyak belajar tentang ikhlas, tentang tadhiyyah, tentang rasa sakit, tentang prioritas.
Malam semakin larut, saya masih duduk di ruang keluarga yang bertambah sepi. Kini hanya tinggal 2 orang, saya dan seorang al-ukh lain yang juga sedang duduk membelakangi saya, sibuk menyetrika. Saya masih merasakan sakit di sekitar pundak kanan, saya sampai lupa apa yang tadi telah terjadi pada salah satu anggota tubuh saya itu.
Laa haula wa laa quwwata illaa billaah...
*ajari aku menjadi kuat, atau paling tidak, jadilah sumber kekuatanku..*
Wednesday, November 26, 2008
Inspirasi Hari Ini
Guys, guys.. Di kelas tadi, beberapa orang lagi ngomongin mau jual barang-barang kosnya.. Soalnya kan kita-kita dah pada mau lulus Februari tu..
Nah, salah satu diantara mereka, ngusulin, gimana kalo barangnya dititipin di Toko BARKAS aja.. Toko BarKas, sesuai dengan namanya, BARang beKAS, tempat menjual barang-barang bekas. Bisa nemu apa aja disanah..
Tiba-tiba, penciuman bisnis saya mengendus peluang.. Haha.. Saya jadi pengen buka toko BarKas nih.. Kan ga perlu modal gede tu.. Paling cuma butuh tempat untuk tokonya aja.. Barang-barangnya? Didapet dari orang-orang yang mau menjual barang bekasnya.. Perjanjiannya dititipkan di toko.. Saya bisa ambil komisi 10-20% dari harga jual barang. Kalo barang ga kejual, bisa diambil lagi sama pemiliknya..
Gimana? Gimana? Ide bagus, bukan? Soalnya, saya lagi mikir-mikir untuk buka usaha sendiri nih.. Yang ga butuh modal gede, tapi bisa untung gede..
Asiik, dah dapet satu alternatif baru nih.. ^_^
Smangkaa!!
Nah, salah satu diantara mereka, ngusulin, gimana kalo barangnya dititipin di Toko BARKAS aja.. Toko BarKas, sesuai dengan namanya, BARang beKAS, tempat menjual barang-barang bekas. Bisa nemu apa aja disanah..
Tiba-tiba, penciuman bisnis saya mengendus peluang.. Haha.. Saya jadi pengen buka toko BarKas nih.. Kan ga perlu modal gede tu.. Paling cuma butuh tempat untuk tokonya aja.. Barang-barangnya? Didapet dari orang-orang yang mau menjual barang bekasnya.. Perjanjiannya dititipkan di toko.. Saya bisa ambil komisi 10-20% dari harga jual barang. Kalo barang ga kejual, bisa diambil lagi sama pemiliknya..
Gimana? Gimana? Ide bagus, bukan? Soalnya, saya lagi mikir-mikir untuk buka usaha sendiri nih.. Yang ga butuh modal gede, tapi bisa untung gede..
Asiik, dah dapet satu alternatif baru nih.. ^_^
Smangkaa!!
Subscribe to:
Posts (Atom)